Author: amaliapramesti  |  Category: Uncategorized

 

Sumber :http://mpetipstrikpenelusuranjurnal.blogspot.co.id/2013/12/strategi-penelusuran-informasi-yang_10.html

STRATEGI PENELUSURAN INFORMASI YANG EFEKTI

STRATEGI PENELUSURAN INFORMASI YANG EFEKTIF

 

 

Pendahuluan

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi pada saat ini membawa dampak bagi pesatnya perkembangan informasi yang beredar di dunia. Hal ini didukung oleh pesatnya perkembangan pemanfaatan internet sebagai media dimana saat ini berbagai informasi dapat ditemukan di internet. Perkembangan pengguna internet sendiri mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Dikutip dari internetworldstat.com pada tahun 1995 jumlah pengguna internet ‘hanya’ sebanyak 16 juta orang, namun pada bulan Maret 2013 telah mencapai 2479 juta orang atau (2,4 Milyar lebih). Data ini juga menunjukkan bahwa potensi informasi yang beredar di internet dan diakses oleh pengguna internet juga telah mengalami peningkatan yang sangat tinggi.

Perpustakaan sebagai lembaga yang menjadi pusat informasi mau tidak mau harus dapat menghadapi kenyataan ‘banjir’ informasi di era yang kita kenal sebagai era informasi ini. Jutaan dan bahkan milyaran informasi yang ada harus mampu dikelola dan dimanfaatkan dengan baik.  Namun disisi lain, pengguna juga harus pintar dalam memilah dan menemukan informasi yang berada dalam belantara yang seolah tidak bertepi. Berbagai isu terkait bagaimana menemukan informasi yang tepat menjadi isu penting pada masa sekarang ini. Pengguna harus mempunyai strategi jitu untuk menemukan informasi yang diinginkan dan sesuai dengan kebutuhan serta mampu dipertanggungjawabkan secara kualitas. Hal ini disebabkan tidak semua informasi yang ada dapat diambil sebagai informasi yang’berguna’ atau ‘valid’.

 

Pengertian Informasi dan Penelusuran Informasi

Secara sederhana informasi dapat dipahami sebagai data yang diberi makna. Artinya informasi merupakan bentuk ‘olahan’ dari data yang diperuntukan untuk tujuan tertentu agar penerima dapat mengerti arti dan makna dari data tersebut. Sedangkan menurut businessdictionary.com informasi didefinisikan sebagai berikut:

Data that is (1) accurate and timely, (2) specific and organized for a purpose, (3) presented within a context that gives it meaning and relevance, and (4) can lead to anincrease in understanding and decrease in uncertainty.”

Definisi di atas jelas memperlihatkan bahwa informasi merupakan bentuk pemaknaan dari data dalam konteks tertentu yang ditujukan agar dapat meningkatkan pemahaman dan mengurangi ketidakpastian atau ketidakjelasan.

Informasi secara prinsip sebetulnya ‘hanya’ terdiri dari dua jenis yakni informasi lisan dan informasi terekam. Informasi lisan merujuk pada informasi yang disampaikan secara lisan dan merupakan bentuk komunikasi di dalam masyarakat. Sedangkan informasi terekam merujuk kepada informasi yang terekam dalam berbagai media seperti buku, majalah, jurnal, compact disc, ataupun bentuk lainnya. Perpustakaan sebagai lembaga pusat sumber informasi biasanya lebih banyak mengelola informasi terekam bukan informasi lisan.

Informasi yang terekam dalam perpustakaan dapat dilihat dalam berbagai bentuk koleksi ataupun media seperti koleksi buku fiksi, koleksi buku non fiksi, koleksi media cetak non buku, koleksi multimedia, dan koleksi digital/online. Koleksi buku non fiksi biasanya menyimpan informasi fiktif, inspiratif, dan rekreatif yang berupa buku cerita, novel, dan lain-lain. Sedangkan koleksi buku non fiksi biasanya menyimpan informasi yang lebih bersifat informatif,  edukatif, dan  ilmiah yang berupa buku teks, buku referensi, buku pedoman, buku manual, dan lain-lain.

Adapun koleksi media non buku biasanya berupa terbitan berkala, leaflet, pamlet, brosur, poster, kliping, lukisan atau gambar, peta, globe bahkan alat peraga. Koleksi multimedia merupakan satu bentuk informasi terekam dalam berbagai media yang mengandalkan teknologi elektronik seperti video cassette, audio cassette, CD, DVD, media mikro, audio reader, slide suara, audio book, dan lain-lain. Bahkan kemajuan internet telah membuat informasi dapat diakses secara online melalui situs web, video onine, audio online, journal online, database online, majalah online, koran online dan media online lainnya.

Keberadaan informasi dalam keanekaragaman bentuk media atau sumber tentu menjadikan masalah tersendiri dalam bagaimana menemukan kembali informasi yang ada. Apalagi apabila jumlah informasi yang beredar sudah mencapai ribuan, jutaan bahkan milyaran. Hal inilah yang kemudian mengapa diperlukan adanya media atau strategi untuk mendapatkan informasi secara cepat, tepat dan akurat. Proses dalam menemukan informasi inilah yang sering disebut sebagai temu kembali informasi, dimana secara spesifik juga akan menyangkut penelusuran informasi.

Temu kembali informasi sendiri merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menyediakan dan memasok informasi bagi pemakai sebagai jawaban atas permintaan atau berdasarkan kebutuhan pemakai (Sulistyo-Basuki, 1992). “Temu balik informasi” merupakan istilah yang mengacu pada temu balik dokumen atau sumber atau data dari fakta yang dimiliki unit informasi atau perpustakan. Sedangkan penelusuran informasi merupakan bagian dari sebuah proses temu kembali informasi yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pemakai akan informasi yang dibutuhkan, dengan bantuan berbagai alat penelusuran dan temu kembali informasi yang dimiliki perpustakaan / unit informasi.

Penelusuran informasi menjadi penting karena “ruh” atau “nyawa” dari sebuah layanan informasi dalam unit informasi atau perpustakaan adalah bagaimana memenuhi kebutuhan informasi yang diminta pemakai, bagaimana menemukan informasi yang diminta pemakai, dan bagaimana memberikan “jalan” kepada pemakai untuk menemukan informasi yang dikehendaki. Proses penelusuran informasi menjadi penting untuk menghasilkan sebuah temuan atau informasi yang relevan, akurat dan tepat. Proses dan penggunaan alat yang tepat akan menghasilkan informasi yang tepat pula.

Tipe Penelusuran Informasi

Dari pola telusurnya, penelusuran dapat dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu:

  1. Telusur dokumen: penelusuran dimulai dengan identifikasi dokumen dan / atau sumber, baru dari sini dihasilkan informasi aktual.
  2. Telusur informasi: penelusuran dimulai dengan informasi yang diperoleh dari bank data, kumpulan data, atau perorangan.

Selain itu sebetulnya dilihat dari cara dan juga alat yang digunakan, maka penelusuran dapat pula dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu:

  1. Penelusuran Informasi Konvensional: penelusuran yang dilakukan dengan dan melalui cara-cara konvensional/manual seperti menggunakan kartu katalog, kamus, ensiklopedi, bibliografi, indeks, dan sebagainya.
  2. Penelusuran Informasi Digital: penelusuran yang dilakukan dengan dan melalui media digital atau elektronik seperti melalui OPAC (Online Public Access Catalog), Search Engine (di Internet),  Database Online, Jurnal Elektronik, Reference Online, dan informasi lain yang tersedia secara elektronik/digital.

Namun pada layanan penelusuran informasi, pembedaan tersebut seringkali diabaikan dikarenakan banyak pemakai yang memilih menggunakan berbagai cara untuk memperoleh apa yang dikehendaki. Bahkan seringkali terjadi penelusuran informasi menggunakan kombinasi dari perangkat penelusuran konvensional dan digital untuk mendapatkan data atau informasi setepa mungkin.

Penelusuran Informasi Konvensional

Seperti disebutkan sebelumnya bahwa penelusuran informasi konvensional merupakan satu jenis penelusuran yang memanfaatkan sumber-sumber informasi dan atau sumber-sumber penelusuran yang sifatnya konvensional atau offline atau ‘tercetak’. Penelusuran dilakukan dengan menggunakan berbagai media penelusuran seperti katalog tercetak, bibliografi, indeks atau kumpulan indeks, kumpulan abstrak, ensiklopedia atau kamus, dan media lain yang sifatnya ‘manual’ atau dengan teknik-teknik klasik tanpa bantuan teknologi informasi/computer.

Pada penelusuran konvensional pengguna dan juga pustakawan atau petugas perpustakaan dituntut mampu memahami masing-masing fungsi sumber informasi atau sumber penelusuran serta karakteristiknya sehingga mampu menemukan informasi dengan benar, tepat dan akurat. Sebagai Contoh:

“Pengguna harus tahu bahwa untuk mencari koleksi buku/pustaka di sebuah perpustakaan maka yang perlu dilakukan pertama adalah menentukan apa (judul, subyek, penulis) yang akan dicari, kemudian alat apa yang dapat membantu dalam melakukan pencarian. Dalam hal ini biasanya pengguna/petugas paling tidak sudah mempunyai sebuah catatan tentang subyek, judul, penulis atau kata kunci yang akan digunakan untuk menelusur. Sedangkan alat yang digunakan cukup sebuah katalog tercetak (katalog subyek, katalog judul, kataloh pengarang), karena memang yang diperlukan hanya itu. Nah setelah ditemukan, pengguna/petugas juga perlu tahu bagian informasi mana yang perlu ‘diambil’ dan ‘dicatat’ untuk menemukan buku/pustaka yang dimaksud dalam katalog. Biasanya call number atau nomer panggil-lah yang menjadi ‘alat’ terakhir bagi pengguna/petugas untuk menemukan koleksi buku/pustaka yang dimaksud, untuk itu nomer panggil inilah yang perlu diperhatikan selanjutnya oleh pengguna.  Sehingga pada kasus ini maka pengguna atau petugas mempunyai dan atau mendapatkan informasi berupa judul/ subyek/pengarang, katalog tercetak, nomer panggil, dan tanda penomoran rak yang akan mengantarkannya kepada koleksi buku/pustaka yang diinginkan.”

Teknik melakukan penelusuran informasi konvensional akan dibahas dalam bagian tersendiri dalam tulisan ini.

Penelusuran Informasi Digital/Online

Adapun penelusuran informasi digital atau elektronik, seperti disebutkan di atas merupakan satu metode penelusuran informasi yang menggunakan teknologi informasi dan computer terutama untuk keperluan penelusuran koleksi atau sumber-sumber informasi yang berupa file elektronik atau digital. Sehingga pada penelusuran informasi digital atau elektronik ini, apa yang dicari dan alat yang digunakan untuk dicaripun sama-sama merupakan hasil dari sebuah pengembangan teknologi informasi dan komputer yang berupa digital atau elektronik.

Sumber-sumber digital sendiri sebetulnya sangat beragam, akan tetapi setidaknya ada beberapa yang mungkin sering digunakan oleh para praktisi dan akademisi yakni:

  1. a)OPAC (Online Public Access Catalog)

OPAC merupakan alat penelusuran informasi yang bersifat elektronik dan digital yang dapat digunakan untuk menemukan informasi pustaka/koleksi baik dalam bentuk tercetak maupun elektronik/digital. Namun memang pada kenyataannya untuk saat ini OPAC ini masih banyak digunakan ‘hanya’ untuk keperluan temu kembali informasi pustaka terutama yang tercetak atau dengan kata lain fungsinya tak lain hanya sebagai pengganti katalog tercetak.

  1. b)E-Journal (Electronic Journal)

Journal elektronik atau orang sering menyebut sebagai e-journal merupakan satu bentuk sumber digital yang dapat digunakan dalam penelusuran informasi yang berasal dari jurnal ilmiah atau popular, baik jurnal tercetak yang dielektronikan maupun jurnal yang memang ‘hanya’ terbit secara elektronik.

  1. c)E-Book

E-book atau buku elektronik merupakan satu sumber digital atau elektronik yang dapat digunakan oleh pengguna yang ingin mendapatkan informasi dari sebuah buku yang dikemas dalam format elektronik atau digital. Pengguna dapat melakukan penelusuran sekaligus membaca bahkan mendownload file buku elektronik yang tersedia di banyak situs di internet.  Buku elektronik ini bisa berasal dari buku tercetak yang dielektronikan atau didigitalkan, atau bisa juga hanya terbit dalam versi digital/elektronik.

  1. d)E-Publications

E-Publications atau publikasi elektronik merupakan sumber informasi digital yang diterbitkan oleh berbagai institusi atau penerbit atau organisasi atau bahkan perorangan baik yang bersifat ilmiah atau tidak. Bentuknya dapat apapun seperti e-news, e-newspaper, e-bulletine, e-gallery dan sebagainya.

  1. e)Online Database

Online Database atau Basis Data Online merupakan sumber informasi digital/elektronik yang berisi berbagai macam jenis informasi digital seperti e-journal, e-book, e-proceeding, e-articles, abstracts, images, dan publikasi lainnya yang dapat diakses dari satu situs web atau pangkalan data elektronik. Basis data ini seringkali mengalami distorsi pengertian dengan e-journal, hal ini dikarenakan memang sebagian besar informasi yang ada di dalamnya berupa jurnal elektronik. Namun perlu ditekankan bahwa basis data online (database online) ‘berbeda’ dengane-journal.

Database online ini kebanyakan merupakan layanan berbayar atau berlangganan tapi ada pula yang tidak alias gratis.

Secara garis besar tiap-tiap database biasanya mempunyai keunikan dan spesialisasi dalam bidang ilmu tertentu. Akan tetapi kadang beberapa database juga merupakan database yang sifatnya general sehingga kadang akan ditemukan beberapa overleaping antara satu database dengan database lainnya. Atau dengan kata lain, ada beberapa sumber informasi digital yang dapat ditemukan dalam berbagai database online yang tersedia. Untuk itu perlu sebuah kejelian dan evaluasi mendalam ketika akan melanggan database online, terutama untuk menghindari banyaknya sumber digital yang sama dalam database berbeda yang dilanggan.

Sedangkan dalam hal teknik penelusuran, pada prinsipnya antara satu database dengan database yang lain, biasanya mempunyai metode pencarian yang sama. Artinya tidak akan berbeda jauh walaupun mungkin hanya berbeda istilah. Sehingga yang perlu dipelajari dalam sebuah penelusuran melalui media onlineatau elektronik adalah metode yang biasa digunakan dalam penelusuran online,seperti penggunaan tanda wildcard, penggunaan truncation, penggunaan Boolean, dan sebagainya. Jadi mau anda akan menggunakan akses melalui Database Ebsco, Proquest, Jstor, ScienceDirect, IEEE, Westlaw, Scopus maupun jenis database lainnya, maka anda hanya perlu memahami satu metode penelusuran saja, yang lainnya anda tinggal menyesuaikan.

  1. f)Other Resources & Searches Tools

Internet telah memberikan kita kesempatan untuk menikmati berbagai sumber informasi digital dan juga alat untuk menemukan sumber informasi digital/elektronik yang berjumlah jutaan bahkan miliaran itu. Nah, ada beberapa sumber informasi digital dan juga alat penelusuran digital yang dapat dimanfaatkan selain beberapa yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya, diantaranya adalah:

  1. Search Engine & Meta-Search Engine

Search Engines atau disebut sebagai piranti pencari, merupakan sebuah alamat web yang mempunyai fungsi pencarian sumber-sumber informasi yang terkandung di dalam jaringan internet. Cara kerjanya menggunakan dan membaca informasi yang ada di dalam tag-tag metadata yang tersedia dalam sebuah alamat situs atau web. Selain itu ada satu buah piranti yang bekerja dengan memanfaatkan banyak search engines, yakni apa yang disebut denganmeta-search enginesMeta Search Engines merupakan piranti pencarian yang menggunakan banyak search engines sebagai sumber data untuk pencarian oleh penggunanya. Jadi, ketika kita mencari sebuah topic tertentu menggunakanmeta search engines, maka dia akan mencari ke seluruh search engines yang berada dalam jangkauannya.

  1.   Subject Directories

Subject Directories merupakan sumber informasi digital yang menyediakan informasi dengan metode penyajian menggunakan direktori atau folder dengan topic-topik tertentu yang telah ditetapkan. Dibuat dan dikelola oleh manusia bukan mesin atau program (berbeda dengan search engine yang dikelola oleh program/mesin) dengan mengklasifikasikan subyek ke dalam kategori subyek. Cakupannya tentu lebih sempit dari search engines, akan tetapi secara kualitas isi dan sumber informasi yang ada di dalamnya lebih dapat dipertanggungjawabkan. Hanya sayang dalam direktori subyek ini, dokumen atau informasi yang ditampilkan jarang sekali dalam bentuk fulltext.

  1.   Newsgroupsdan Mailing-List

Newsgroups atau Mailing-List merupakan komunitas atau kelompok diskusi dalam bidang dan minat tertentu di internet. Keduanya sangat potensial juga untuk digunakan dalam penelusuran informasi digital atau elektronik. Paling tidak interaksi diskusi yang dilakukan melalui keduanya dapat memberikan keuntungan apabila kita membutuhkan informasi tertentu yang bisa jadi dimiliki oleh anggota lain dalam kelompok diskusi tersebut.

Alat dan Teknik Penelusuran Informasi

 

Bentuk sumber informasi yang beraneka ragam menuntut adanya alat atau piranti atau media untuk menemukan kembali informasi tersebut secara tepat dan benar. Sehingga, bentuk informasi yang akan dicari juga akan menentukan alat apa yang paling cocok digunakan sebagai alat penelusuran dan atau temu kembali informasi.

Berdasarkan sifat informasi atau dokumen yang akan diketemukan, maka setidaknya ada beberapa alat telusur atau pencarian sumber informasi seperti yang terlihat pada tabel 1 di bawah ini.

Tabel 1. Alat Pencarian & Jenis Dokumen/Informasi yang diperoleh (Gash, 2000)

No Sumber/Alat Pencarian Dokumen/Informasi yang diperoleh
1 Katalog Perpustakaan Kebanyakan berupa Buku, tapi terkadang juga  laporan, prosiding, koleksi multimedia atau audio visual, terbitan berkala, tabloid, dll
2 Buku Bibliografi Buku, seringkali berupa laporan, prosiding konferensi, dan publikasi monografi lainnya.
3 Abstrak dan Indeks Jurnal Artikel jurnal, tapi juga laporan, makalah konferensi, terkadang buku, paten, dan juga standar.
4 Current Awareness Services Biasanya berupa Artikel Jurnal, Majalah atau Terbitan Berkala
5 Indeks Khusus Laporan, prosiding konferensi, tesis, disertasi, paten, standar, dan publikasi resmi dari institusi
6 Lembaga dan Orang Apapun
7 Database Elektronik Sumber-sumber elektronik yang berupa data, artikel, makalah, audio-visual, dll
8 Sumber-sumber Online Apapun khususnya sumber-sumber digital seperti artikel, buku, gambar, video, dll.

 

Keberadaan alat-alat yang digunakan untuk melakukan penelusuran informasi membawa dampak pada bagaimana teknik dalam penelusuran informasi. Alat dan teknik yang digunakan sangat tergantung dari informasi seperti apa yang ingin dihasilkan.

Penelusuran informasi dilakukan dengan memperhatikan beberapa tahapan penelusuran. Gambaran tahapan penelusuran informasi oleh pengguna atau pemustaka terlihat seperti gambar 1 di bawah ini.

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1. Ilustrasi Tahapan penelusuran Informasi

Teknik penelusuran informasi yang akan ditentukan pada saat analisa dilakukan. Sehingga pada tahap ini merupakan tahap penting bagi pemustaka untuk memahami apa yang dicari dan bagaimana menemukannya. Menurut Yusuf (1988) beberapa teknik penelusuran yang biasanya ada di perpustakaan dengan memanfaatkan berbagai alat/sumber penelusuran dijelaskan dalam pembahasan selanjutnya di bawah ini.

Teknik Penelusuran Informasi melalui Katalog

Teknik penelusuran menggunakan katalog perpustakaan ini biasanya difokuskan untuk menemukan sebuah kode atau angka klasifikasi yang akan menuntun pemakai ke dalam sumber informasi / koleksi perpustakaan yang dibutuhkan. Pemakai akan diarahkan kepada jajaran koleksi perpustakaan. Pemakai atau staf dapat menelusur melalui tiga entri penting yakni berdasarkan judul, pengarang dan / atau subyek. Berikut secara ringkas dapat diberikan ilustrasi diagram alur penelusuran informasi melalui katalog.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2. Alur Penelusuran melalui Katalog (Yusuf, 1988)

Teknik Penelusuran Informas melalui Bibliografi

Teknik ini mirip dengan katalog, hanya bibliografi cakupannya lebih luas lagi yakni tidak hanya berupa koleksi yang dimiliki perpustakaan akan tetapi juga di luar perpustakaan. Teknik penelusuran ini memanfaatkan daftar bahan pustaka baik yang berupa buku, jurnal maupun sumber lainnya untuk menelusur lebih jauh informasi dan sumber informasi aslinya.

Gambar tiga pada halaman berikut memperlihatkan alur proses penelusuran informasi melalui bibliografi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 3. Alur Penelusuran melalui Bibliografi  (Yusuf, 1988)

Secara mudah sebetulnya bibliografi ini akan dapat dilihat dalam sebuah karya tulis atau bahan pustaka, biasanya pada bagian akhir. Namun ada juga yang tercetak dalam sebuah buku bibliografi seperti bibliografi nasional Indonesia.

Teknik Penelusuran Informasi melalui Indeks

Indeks sering diartikan sebagai daftar istilah penting yang terdapat dalam sebuah karya tulis / bahan pustaka yang disusun secara alphabetis. Indeks ini akan memudahkan orang dalam melakukan penelusuran informasi, karena dapat membawa penelusur kepada sumber informasi secara langsung. Indeks ini dapat berupa bagian dari sebuah karya tulis / bahan pustaka dan dapat pula berupa buku yang diterbitkan khusus. Misal, indeks majalah dan atau surat kabar.  Beberapa contoh pemanfaatan indeks: indeks dalam buku-buku ilmiah, buku indeks, indeks (artikel) majalah, Majalah indeks, indeks surat kabar, indeks makalah, dan indeks khusus lainnya.

 

 

Teknik Penelusuran Informasi melalui Abstrak

Hal yang membedakan antara indeks dan abstrak adalah indeks hanya sampai pada informasi kepada penunjukkan tempat suatu informasi disimpan, sedangkan abstrak di samping menunjukkan tempat informasi, juga memuat ringkasan informasi dari subyek yang ada. Dan secara definitive, abstrak merupakan pemadatan dari sebuah karya seperti laporan penelitian, artikel majalah/jurnal, prosiding, dan lain-lain. Abstrak yang biasanya dikumpulkan sesuai dengan subyek atau kekhususan informasinya dan disusun secara alphabetis juga.

Teknik Penelusuran Informasi melalui Kamus & Ensiklopedi

Kamus biasanya digunakan untuk mencari informasi singkat tentang ejaan, etimologi, batasan/definisi, pengucapan, padanan kata, pembagian suku kata, dan informasi gramatika. Kamus ini biasanya juga disusun secara alphabetis sehingga memudahkan pemakai dalam menelusuri informasi yang diinginkan.

Ensiklopedi merupakan alat telusur yang sejenis dengan kamus, hanya ensiklopedi biasanya memuat informasi yang lebih lengkap dan biasanya tidak hanya memberikan arti, padanan, maupun ejaan akan tetapi juga dapat membahas lebih dalam lagi seperti sejarah, dan keterangan lainnnya. Biasanya juga ensiklopedi ini disusun secara alphabetis dan berseri / volume.

Teknik Penelusuran Informasi melalui Jaringan Informasi Perpustakaan

Jaringan informasi perpustakaan adalah salah satu alat yang dapat memberikan solusi kepada pemakai untuk mencari informasi secara lebih luas. Jaringan menjadi penting karena akan membentuk sebuah jejaring informasi yang luas, terintegrasi dan lebih lengkap. Sharing informasi menjadi kekuatan dari alat telusur ini, dan saat ini sudah semakin mudah dengan adanya teknologi informasi yang dapat membentuk sebuah jaringan informasi online.

Teknik Penelusuran Informasi melalui Media Elektronik/Online

Beberapa hal terkait dengan penelusuran melalui media elektronik/online ini sudah di bahas pada bagian sebelumnya. Intinya bahwa perkembangan teknologi informasi khususnya komputer telah membawa kemudahan tersendiri dalam proses penelusuran informasi secara elektronik dan atau online. Pemakai / pengguna dan staf perpustakaan mempunyai kesempatan lebih banyak untuk mendapatkan informasi baik berupa informasi tercetak maupun digital dengan cara yang lebih mudah dan cepat. Apalagi dengan adanya internet, pemakai dan staf perpustakaan dimanjakan untuk meraih lebih besar lagi informasi yang dibutuhkan dari berbagai sumber informasi atau lembaga penyedia informasi atau perpustakaan di seluruh dunia.

Teknik Penelusuran informasi melalui media lain

Ada banyak alat bantu penelusuran yang dapat dimanfaatkan oleh pemakai dan staf perpustakaan dalam mendapatkan informasi, meskipun alat-alat bantu tersebut tidak secara spesifik berfungsi sebagai alat penelusuran informasi. Misalnya brosur, pamlet, atlas, globe, peta, direktori, buku pedoman, buku tahunan, dan lain-lain.

 

 

Prinsip 6W & 1 H  dalam Strategi Penelusuran Informasi yang Efektif

 

  1. What – Apa

Keberhasilan seseorang dalam menemukan informasi yang akurat sangat ditentukan oleh bagaimana pemahaman pencari atau penelusur terhadap APA sebenarnya yang dicari? Kita harus memahami terlebih dahulu sebenarnya informasi seperti apa yang akan kita cari dan inginkan. Pengetahuan dan pemahaman yang tepat terhadap apa yang akan dicari atau ditelusur akan menentukan alat  atau media apa saja yang dapat digunakan untuk temu kembali informasi atau mendapatkan informasi yang diinginkan. Selain itu, pemahaman dan pengetahuan terhadap apa yang dicari menjadi penting agar penelusur tidak terjebak dalam belantara informasi yang tak berujung. Apa inilah yang akan menjadi titik awal dari sebuah penelusuran. Untuk itulah maka APA harus dapat diterjemahkan secara jelas dan lengkap agar hasil penelusuran akan sesuai dengan tujuan penelusuran informasi.

Contoh paling mudah adalah ketika kita ingin mencari informasi terkait dengan JAGUAR, maka harus jelas, yang dicari adalah JAGUAR yang merupakan binatang atau yang berarti salah satu jenis atau merek mobil. Apabila yang dimaksudkan adalah JAGUAR yang berarti binatang, sisi apa yang akan dicari, apakah berupa penelitian terkait populasinya, atau nama latinnya, atau siklus hidupnya, habitatnya, atau hanya ingin mencari keterangan atau gambaran mengenai apa itu Jaguar? Kejelasan terkait dengan APA inilah yang akan membawa penelusur atau pencari informasi kepada sumber informasi yang tepat untuk pencarian Jaguar yang dimaksudkan.

Bagian What atau Apa dari 5W 1H ini merupakan bagian sangat penting bagi sebuah entry point menuju langkah-langkah lain dalam strategi melakukan penelusuran informasi.

  1. Where – Dimana

Bagian penting lain dalam penelusuran adalah terkait dimana kira-kira informasi tersebut dapat diperoleh. Pengetahuan kita terhadap tempat dimana sumber-sumber informasi berada akan sangat menentukan keberhasilan dalam melakukan penelusuran informasi. Selain efektif, pemahaman terhadap tempat atau media dimana sumber informasi berada jelas akan membawa efisiensi dalam penelusuran atau pencarian. Di samping akurat, proses penelusuran yang akan dilakukan juga relatif akan lebih cepat.

Sebagai contoh, ketika kita mencari dimana akan mendapatkan informasi yang tepat terkait dengan istilah species tertentu dari mahluk hidup di lautan misal ikan, maka bisa jadi akan lebih cepat dan tepat apabila kita mencarinya dalam ensiklopedi yang berhubungan dengan zoologi atau biota laut. Atau kita juga dapat mencari secara online dalam sumber informasi referensi online seperti fishbase.com, daripada misal kita awali dengan mencari di katalog buku atau database jurnal misalnya.

  1. Which – Yang Mana

Salah satu hal yang sering ditemui dalam penelusuran informasi adalah terkait dengan pilihan untuk menentukan informasi mana yang sebetulnya tepat, informasi mana yang sebetulnya sesuai dengan yang kita inginkan, dan informasi mana sebetulnya paling relevan dengan topik atau subjek yang sedang dicari. Disinilah pengetahuan seorang penelusur akan diuji, karena ini adalah bagian dari bagaimana kita mengevaluasi informasi yang dihasilkan dari penelusuran.

Di sisi lain, konteks yang mana (Which) dapat juga menjadi entry point untuk menentukan atau mengarahkan kepada informasi yang relevan. Hampir beririsan dengan What atau Apa, maka konsep yang mana juga menuntut kita untuk cermat menentukan kata kunci dalam penelusuran informasi. Misal kita harus menentukan dulu bahwa yang kita cari adalah Hatta yang merupakan proklamator kemerdekaan RI yakni Mohammad Hatta, yang seorang wakil presiden pertama RI, bukan Hatta Rajasa yang menteri di era SBY atau Hatta lain.

Kejelian seseorang dalam menentukan informasi mana yang dicari akan sangat menentukan kualitas dan relevansi dari informasi yang dihasilkan. Ketika dari awal seorang melakukan penelusuran tidak yakin terhadap suatu topik yang dicari, maka proses mendapatkan hasil akan berjalan sangat panjang karena harus melalui berbagai proses filtering yang akhirnya menuju kepada hasil akhir yang diinginkan. Jadi dalam penelusuran informasi, faktor WHICH ini juga menjadi bagian penting yang perlu dipertimbangkan sebagai sebuah strategi penelusuran yang efektif.

  1. Who – Siapa

Who atau siapa, menjadi relevan terutama apabila kita ingin mengkaitkan hasil penelusuran kita dengan kredibilitas atau kualitas informasi yang ditemukan. Siapa berbicara apa dan siapa menghasilkan informasi apa menjadi bagian penting dalam sebuah penelusuran. Artikel terkait strategi bisnis atau kewirausahaan yang ditulis oleh seorang Rhenald Kazali jelas menjadi jaminan akan kualitas informasi yang ada di dalamnya, dibanding misalkan artikel strategi bisnis yang ditulis oleh orang yang tidak dikenal sama sekali dalam dunia bisnis atau kewirausahaan.

Pustakawan dan pengguna yang melakukan penelusuran informasi dituntut untuk mempunyai pengetahuan yang cukup terhadap para penghasil informasi dan kredibilitasnya terkait dengan topik-topik tertentu. Pengetahuan terkait dengan WHO ini menjadi satu strategi jitu dalam menentukan ‘kualitas’ informasi yang kita dapatkan.

  1. When – Kapan

Informasi berkembang sangat cepat dan terus meningkat dari waktu ke waktu. Hal ini menjadikan informasi seringkali menjadi terlalu mudah untuk menjadi kadaluwarsa atau ketinggalan jaman atau tidak relevan lagi dengan konteks kekinian. Pustakawan dan pengguna harus dapat melihat relevansi dan kekinian dalam melakukan penelusuran informasi. Jangan sampai hasil yang kita dapatkan sebenarnya menjadi isu yang saat ini sudah tidak lagi dapat dibenarkan.

Contoh untuk hal di atas misalnya, kita mencari informasi mengenai populasi penduduk miskin pada suatu daerah perkotaan dibanding pedesaan. Pada awalnya bisa jadi kita menemukan sebuah data dimana angka kemiskinan di daerah pedesaan lebih banyak dibanding dengan daerah perkotaan. Namun, ketika kita telusur lebih jauh ternyata ada data terbaru yang menunjukkan data sebaliknya yakni angka kemiskinan di daerah perkotaan lebih banyak dibanding daerah pedesaan. Tentu, kita tidak bisa lagi menggunakan data awal yang kita temukan, karena sudah tidak relevan lagi dengan konteks kekinian atau waktu. Strategi penelusuran yang baik juga harus mempertimbangkan masalah kekinian atau kapan sebetulnya informasi yang kita cari itu diproduksi atau relevan dengan waktu yang diinginkan.

  1. Why – Mengapa

Salah satu hal prinsip yang juga dipertimbangkan adalah MENGAPA kita perlu melakukan penelusuran informasi itu? Mengapa kita memilih alat atau media tertentu untuk penelusuran informasi? Mengapa kita memilih satu informasi tertentu sebagai keputusan bahwa informasi tersebutlah yang kita inginkan? Tujuan kita melakukan penelusuran itu apa, apakah karena kita ingin mendapatkan informasi ilmiah, informasi popular, informasi umum atau sekedar ingin mengetahui sesuatu? Alasan atau tujuan itulah yang akan menentukan apakah langkah kita selanjutnya yang harus dilakukan, alat atau media yang akan digunakan, dan sejauh mana penelusuran harus dilakukan.

Sebagai contoh adalah kita menggunakan database online untuk mencari sebuah karya ilmiah dari journal untuk keperluan acuan teori dalam sebuah penelitian. Kita memilih database online karena mampu memberikan informasi ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dibanding misal kita mencari melalui search engines yang hasilnya nantinya belum tentu dari sebuah sumber informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Jadi, penting sekali bagi pencari informasi menentukan mengapa dia menggunakan alat tertentu atau mengapa dia melakukan penelusuran informasi di tempat tertentu.

  1. How – Bagaimana

Terakhir, yang tak kalah penting adalah bagaimana kita mendapatkan informasi yang benar-benar kita inginkan. Caranya bagaimana? Apa yang harus dilakukan agar penelusuran dapat dilakukan dengan cepat, tepat dan akurat?  Konsep How disini menyangkut semua aspek pertimbangan dari 6W, apabila kita ingin melakukan penelusuran secara efektif. Artinya cara terbaik harus dipilih untuk menentukan langkah seperti apa yang harus dilakukan.

Beberapa Hal Penting dalam Penelusuran Informasi

  1. Kunci Telusur yakni merupakan karakteristik informasi atau dokumen yang dapat digunakan untuk keperluan telusur dan pemilihan dokumen / informasi. Sebagai contoh adalah data atau informasi kebutuhan yang diberikan oleh pemakai seperti subyek, nama penulis, judul, tahun terbit, geografis, dan sebagainya.
  2. Pencatatan Pertanyaan, merupakan sebuah prosedur yang akan membantu penelusur dalam proses penelusuran terutama untuk keperluan:
  3. Menghindari pengulangan penelusuran
  4. Bahan evaluasi temu balik informasi, termasuk analisis prosedur yang digunakan dan efektifitasnya
  5. Identifikasi kebutuhan informasi dan dokumen
  6. Pencatatan pertanyaan yang diajukan pemakai
  7. Memahami bahasa dokumenter dari pemakai, misal ada pemakai yang memakai istilah kera namun dalam perpustakaan dikenal sebagai macacaicus.
  8. Evaluasi Pemakai
  9. Alat Telusur, yakni merupakan alat yang digunakan sebagai sarana untuk proses penelusuran informasi / dokumen.

 

 

PENUTUP

Terdapat banyak cara atau teknik untuk mencari sumber informasi baik tercetak maupun digital (elektronik), baik melalui media online (internet) maupun perpustakaan. Beberapa penjelasan di atas adalah merupakan beberapa hal yang sering digunakan dan menjadi standar dalam pelayanan penelusuran informasi di perpustakaan.

Pada prinsipnya penelusuran informasi merupakan sebuah proses pengidentifikasian, pencarian, penyediaan dan pemberian informasi atas kebutuhan atau permintaan pemakai unit informasi dan atau perpustakaan. Keberhasilan sebuah penelusuran informasi ditentukan oleh beberapa hal:

  • Kejelasan dalam identifikasi kebutuhan informasi yang disampaikan oleh pemakai
  • Ketepatan dalam menggunakan berbagai alat / sumber penelusuran
  • Ketepatan dan kecermatan dalam melaksanakan dan menggunakan prosedur penelusuran
  • Kecermatan dalam menentukan analisa hasil penelusuran informasi.
  • Ketekunan dalam menggunakan berbagai cara dan teknik penelusuran.

 

 

Daftar Pustaka

Gash, Sarah. 2000. Effective Literature Searching for Research. Second Edition. Hampshire: Gower

Sulistyo-Basuki. 1992. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Yusuf, Pawit M. 1988. Pedoman mencari sumber informasi. Bandung: Remadja Karya

Internetworldstat.com – diakses tanggal 22 Mei 2013

Businessdictionary.com – diakses tanggal 22 Mei 2013

 

 

LAMPIRAN

Contoh Data Online:

  • Data Statistik Indonesia — www.datastatistik-indonesia.com
  • Statistik Kelautan dan Perikanan — www.statistik.kkp.go.id
  • Global Fishery Database – www.fao.org/fishery/topic/16054/en
  • Fish Database Species – www.fishbase.org

Contoh Database Online

  • Proquest— proquest.umi.com/login
  • Ebscohost — search.ebscohost.com
  • JSTOR— www.jstor.org
  • Springerlink— www.springerlink.com
  • ACS Publication— pubs.acs.org
  • Science Direct— www.sciencedirect.com
  • Emerald — www.emeraldinsight.com
  • WestLaw –westlaw.com

Contoh E-Journal:

  • The British Medical Journal – www.bmjjournals.com
  • Cambridge Journal Online – journals.cambridge.org
  • Directory of Open Access Journals – www.doaj.org
  • Jurnal Ekonomi Rakyat – www.ekonomirakyat.org
  • HighWire Online Journals –  highwire.standford.edu/
  • Free Medical Journals – www.freemedicalsjournals.com

Contoh E-Book:

  • Project Gutenberg — www.gutenberg.org
  • Virginia’s E-Book Lib — etext.virginia.edu/ebooks/ebooklist.html
  • Google E-Book — print.google.com

Contoh e-publications:

  • The Jakarta Post — www.thejakartapost.com
  • World Newspaper Index — www.newspaperindex.com
  • Online Dictionary for Library and Information Science — lu.com/odlis
  • Wikipedia Free Encyclopedia — www.wikipedia.com
  • Proceeding of the National Academy Sciences — www.pnas.org

Contoh Search Engines dan Meta-Search Engines:

Search Engine

  • www.Google.Com
  • www.Altavista.Com
  • www.Lycos.com
  • www.Msn.com
  • www.Ask.com
  • www.Excite.com
  • www.Clusty.com

Meta Search Engine

  • Dogpile Metasearch – www.dogpile.com
  • Meta Crawler – www.metacrawler.com

Contoh Subject Directory

  • Librarians Index to the Internet — www.lii.org
  • Yahoo — www.yahoo.com
  • About — home.about.com
  • Academic Info — academicinfo.net
  • Infomine — infomine.ucr.edu/main.html

Contoh Mailing List:

  • Milist pustakawan Indonesia — indolib@yahoogroups.com
  • Milist Pustakawan Peneliti — pustakawan_meneliti@yahoogroups.com)
  • Referensi Maya — referensi_maya@yahoogroups.com
  • Detik Net — detikinet@yahoogroups.com

 

BIODATA PENULIS

Arif Surachman, S.I.P., M.B.A., Lahir di Purwokerto, 08 Maret 1975. Menempuh  pendidikan S1 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan S2 di Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada. Saat ini menjabat sebagai Plt. Kepala Bidang Database dan Jaringan, Perpustakaan Universitas Gadjah Mada. Website Pribadi (http://arifs.staff.ugm.ac.id), Blog Pribadi (http://arifs.blog.ugm.ac.id), E-mail: arifs@ugm.ac.id, arif@gadjahmada.edu. HP: 0812 270 2615.

Pernah menjabat sebagai Kepala Perpustakaan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, Penanggungjawab Perpustakaan Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian Universitas Gadjah Mada, Ketua Forum Pustakawan dan Universitas Gadjah Mada (2008-2010). Selain itu aktif sebagai narasumber, moderator, instruktur maupun fasilitator bidang perpustakaan dan informasi.

 

PENELUSURAN/AKSES INFORMASI

Author: amaliapramesti  |  Category: Uncategorized

Sumber : http://www.lib.itb.ac.id/penelusuran-informasi

PENELUSURAN/AKSES INFORMASI

Untuk dapat menelusur ragam pustaka yang menjadi koleksi UPT Perpustakaan ITB dapat dilakukan secara:

a. Manual yaitu melalui kartu-kartu katalog konvensional yang dapat Anda jumpai di lantai 1 gedung perpustakaan. (Saat ini sudah disimpan di Bagian Pengolahan Perpustakaan-Akses hanya melalui staf)
Kartu-kartu katalog ini menyajikan informasi tentang pustaka yang dikoleksi UPT Perpustakaan ITB s/d tahun 1983, tersedia dalam 3 jenis yaitu katalog pengarang, katalog klasifikasi dan katalog indeks subjek

Katalog pengarang
Tersusun menurut abjad berdasarkan nama belakang/nama keluarga pengarang buku terkecuali untuk nama-nama Cina yang tidak dilakukan pembalikan urutan nama karena posisi nama keluarga sudah berada di depan

Contoh:
James Tarrant tercantum sebagai TARRANT, James
Sri Sulastri SULASTRI, Sri
Liem Sioe Liong LIEM, Sioe Liong

Katalog klasifikasi
Tersusun berdasarkan klasifikasi atau penggolangan subjek pustaka.Kartu untuk berbagai pustaka dengan subjek yang sama akan terkumpul. Dalam satu kelompok, misalnya kartu yang mewakili pustaka-pustaka dalam subjek fisika. Klasifikasi dinyatakan dengan sandi angka berdasarkan sistem internasional dalam ilmu perpustakaan yaitu Dewey Decimal Classification
System (DDC).

Katalog indeks subjek
Katalog ini memuat nama subjek atau bidang ilmu pengetahuan disertai nomor berdasarkan penggolongannya dalam DDC. Katalog indeks subjek tersusun menurut abjad subjek. Misalkan Anda akan mencari buku tentang Teknik Kimia dalam katalog kelas tetapi Anda tidak tahu nomor klasifikasi/penggolongannya, maka Anda dapat menelusurinya melalui katalog indeks subjek pada kartu CHEMICAL ENGINEERING yaitu bernomor 661. Katalog indeks subjek menggunakan istilah dalam bahasa Inggris sesuai susunan dalam DDC

Penggolongan pustaka secara garis besar di UPT Perpustakaan ITB berdasarkan susunan DDC
000 Karya umum (referensi kamus, ensiklopedia dll)
005 Pemrograman komputer, data dsb
100 Filsafat
150 Psikologi
200 Agama
300 Ilmu-ilmu sosial
400 Bahasa
500 Ilmu-ilmu murni
510 Matematika
520 Astronomi
530 Fisika
540 Kimia
550 Ilmu tentang bumi dan antariksa
560 Paleontologi – paleozoologi
570 Biologi
580 Botani
590 Zoologi
600 Teknologi
610 Kedokteran dan farmasi
620 Rekayasa (Teknik Fisika, Pertambangan, Militer, Teknik Sipil, Jalan raya, teknik kelautan, Teknik Lingkungan dll)
630 Pertanian
640 Makanan dan minuman (pangan)
650 Manajemen dan bisnis
660 Teknologi Kimia
670 Perindustrian
680 Manufaktur
690 Bangunan
700 Seni
710 Tata kota dan pertamanan
720 Arsitektur
730 Seni patung
740 Gambar dan kerajinan
750 Seni lukis
760 Grafis dan seni cetak
770 Fotografi
780 Musik
790 Rekreasi dan pertunjukan
800 Kesusasteraan
900 Geografi dan sejarah umum

catatan: cara menelusur dan memanfaatkan katalog manual diberikan secara detail dalam Orientasi Perpustakaan

b. OPAC (On line Public Access)
Untuk koleksi pustaka UPT Perpustakaan ITB mulai tahun 1984 s/d sekarang dapat ditelusur secara mudah dan cepat dengan memanfaatkan komputer yang terbuka untuk penggunaan umum di Bagian Pemanduan, yang terletak di lantai 1 gedung perpustakaan, dikenal sebagai OPAC.

c. Penelusuran secara virtual
Sejalan dengan perkembangan teknologi, mungkin Anda tidak memiliki waktu luang atau waktu khusus untuk datang langsung ke perpustakaan kami silahkan mencoba akses informasi dengan internet untuk menelusur koleksi pustaka yang dimiliki UPT Perpustakaan ITB maupun koleksi dari perpustakaan – perpustakaan departemen dan unit di ITB melalui: http://webpac.lib.itb.ac.id dan http://isisnetwork.lib.itb.ac.id

Mulai tahun 2003 seluruh perpustakaan yang ada di berbagai unit di ITB telah terintegrasi dalam suatu sistem perpustakaan yang dikenal sebagai ONE LIBRARY SYSTEM, sehingga bila secara khusus Anda ingin menelusur hasil-hasil karya sivitas akademika ITB yang terdapat di Perpustakaan ITBmaupun di perpustakaan-perpustakaan departemen-departemen di ITB
dapat dilakukan melalui http://digilib.itb.ac.id

Sebagai perintis berdirinya perpustakaan digital di Indonesia, Perpustakaan ITB bersama Tim Knowledge Management Research Group/KMRG ITB menyediakan akses untuk menelusur beragam informasi melalui situs IndonesiaDLN (Indonesia Digital Library Network) yang kami rintis sejak tahun 2000 dan merupakan jaringan kerjasama berbagai berbagai perpustakaan di Indonesia maupun luar negeri yang hingga kini telah mencapai puluhan institusi perpustakaan.

Author: amaliapramesti  |  Category: Uncategorized

 

TUGAS Tajuk Subjek & Tesaurus 

Nama Kelompok :

Amalia Pramesti D    (D1815010)

Nasikhul Hakim         (D1815090)

Safitri Janah Virdaus (D1815116)

Perpustakaan Hutan Indie

Jenis Perpustakaan:

perpustakaan ini adalah  perpustakaan outdoor

Konsep Perpustakaan :

Konsep Perpustakaan ini yaitu Perpustakaan Hutan Indie (Hutan Fisip UNS)

VISI & MISI Perpustakaan Hutan Indie

VISI :

Menjadi perpustakaan harmonis,nyaman,untuk penyediaan informasi di lingkungan yang segar sebagai sarana pelengkap proses belajar dalam perkuliahan.

MISI :

-Mengembangkan SDM

-Berorientasi pada kebutuhan mahasiswa

-Menambah Ilmu dan informasi bagi mahasiswa

-Menyediakan layanan bagi mahasiswa yang ingin memanfaatkan waktu luang untuk hal yang bermanfaat

Pustakawan Hutan Indie Fisip UNS dan Jumlah Pustakawan

Pustakawan yang berada di Hutan Indie FISIP UNS adalah para alumni D3 Perpustakaan UNS.

Jumlah Pustakawan :

Jumlah pustakawan yang ada di perpustakaan Hutan Indie FISIP UNS sebanyak 3 orang.

Target Perpustakaan Hutan Indie FISIP UNS

  1. A) Target Utama (New Comer) :

Yaitu semua orang/masyarakat khususnya mahasiswa yang mengunjungi Hutan Indie FISIP UNS.

  1. B) Target Biasa (Pengguna Lama) :

Semua mahasiswa/civitas akademika FISIP UNS yang sudah  mengetahui Hutan Indie dan juga mengetahui Perpustakaan Hutan Indie FISIP UNS.

Materi yang di sampaikan kepada target

Ilmu perpustakaan di FISIP UNS diselenggarakan sebagai manivestasi keprihatinan atas kondisi yang sekarang ini.Ilmu perpustakaan menyediakan tenaga yang terampil dalam bidangnya,yang mampu meningkatkan layanan perpustakaan dengan fungsi yang sebenarnya.

METODE

Konsep yang digunakan yaitu membuat perpustakaan untuk perkembangan perpustakaan trend di masa sekarang ini.Kami mentargetkan space/tempat di mana koleksi itu ditempatkan di dekat lokasi Hutan Indie itu.Kemudian menempatkan koleksi buku itu,Kemudian menyediakan petugas (pustakawan)untuk melayani,menjaga buku-buku itu.

Lokasi Hutan Indie (Hutan FISIP UNS)

Lokasi ini terletak di Fakultas Ilmu Sosial dan Ploitik,Universitas Sebelas Maret yang letaknya ada di Gedung 4. Tempat di Hutan Indie  yang di jadikan untuk diskusi dan belajar secara outdoor antar kelompok atau kelas

Perpustakaan itu kami berinama “PERPUSTAKAAN HUTAN INDIE”

 

Hasil koleksi buku yang kemudian disusun di perpustakaan Hutan Indie sebagai bahan pustaka di perpustakaan itu. Terdapat beberapa orang atau kelompok yang sedang melakukan belajar mengajar di Hutan Indie. Hal ini yang menjadikan alasan mengapa perlu adanya perpustakaan di hutan indie. Terdapat dua mahasiswa yang saling sharing mata kuliah.Sehingga peran Perpustakaan Hutan Indie dapat di jadikan bahan kuliah dan juga berbagi pengalaman pembelajaran dari buku yang mereka pinjam di Perpustakaan Hutan Indie. Sekelompok mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNS sedang membaca buku yang dipinjam dari perpustakaan Hutan Indie. Tiga orang mahasiswa sedang melakukan diskusi mengenai materi kuliah dari referensi Perpustakaan Hutan Indie Proses peminjaman dan juga pengembalian bahan pustaka di Perpustakaan Hutan Indie.Demikian Perpustakaan Hutan Indie yang kami jadikan konsep untuk kemudahan mahasiswa dalam menambat ilmu,sehingga mahasiswa/pemustaka dapat belajar di luar ruangan ini.Dengan adanya konsep ini supaya bisa dikembangkan lebih lanjut untuk menambah prestasi mahasiswa.

 

Author: amaliapramesti  |  Category: Uncategorized

TUGAS KEHUMASAN

Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII LIPI)

Suatu instansi diperlukan suatu pemahan di dalamnya untuk  melakukan suatu perkembangan tertentu di dalamnya.Suatu instansi diperlukan berbagai pengarahan untuk mencapai sebuah tujuan tertentu dalam mencapai apa yang ingin dicapai melalui perkembangan yang selalu berkembang dari tahun ke tahun. Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (PDII LIPI)  Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ini menjadisalah satunya institusi yang lambat laun berkembang dan agar mencapai suatu tujuan PDII LIPI diperlukan suatu pemahaman dan kerjasama yang akan membawa PDII LIPI berkembang pesat.

Pusat  Dokumentasi dan Informasi Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII LIPI)  ini terletak di Alamat: Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 10, Mampang Prapatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.Sesuai dengan konsep Wilbur Scramm,Sesuai dengan konsepnya Wilbur Scramm terdapat  menginformasikan,membuat pemahaman,mengedukasi,memotivasi,merubah perilaku.Sesuai dengan konsepnya Wilbur Scramm yaitu :

 

  1. Menginformasikan

Menginformasikan,memberi informasi tentang apa yang akan di jelaskan,memberi informasi tentang Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah  (PDII LIPI) di bentuk berdasarkan Surat keputusan Menteri Urusan Research Nasional Nomor 107/M/Kpts/Str/65 yang di keluarkan pada tanggal 1 Juni 1965 dengan nama Pusat Dokumentasi Ilmiah Nasional (Ilmiah  (PDIN). Perubahan nama menjadi PDII LIPI terjadi seiring dengan reorganisasi LIPI pada tahun 1986. Selanjutnya, PDII terakhir kali mengalami reorganisasi pada tahun 2014 mengenai Organisasi dan Tata Kelola LIPI.

Struktur organisasi PDII saat ini terdiri dari Bagian Tata Usaha,Bidang Dokumentasi, Bidang Diseminasi Informasi,Sarana Akses Informasi,serta Kelompok Jabatan Fungsional.Sampai dengan tahun 2014, PDII mempunyai pegawai dengan latar belakang pendidikan yang berasal dari eksakta,sosial,teknik,maupun humoniora.Dengan berbekal sumber daya manusia tersebut, PDII mampu menopang misi pemerintah sekaligus menjadi pusat dokumentasi ilmiah yang dapat diakses oleh masyarakat Indonesia.PDII telah memperolah sertifikat ISO 9001:2008  untuk layanan perpustakaan dan layanan ISSN pada tahun 2014.

 

  1. Membuat Pemahaman :

Sebagai pusat dokumentasi,PDII LIPI  mengembangkan produk unggulan untuk memudahkan masyarakat dalam mencari informasi ilmiah.Diantarannya :

  • ISJD (Indonesian Scientific Journal Database) merupakan pangkalan data jurnal Indonesia yang berasal dari perguruan tinggi maupun lembaga penelitian .ISJD berisi lebih dari 22000 artikel ilmiah yang berasal dari 6400 jurnal dan diakses langsung oleh masyarakat melalui laman http//jurnal.pdii.lipi.go.id saat itu pengguna dapat mencari artikel melalui judul artikel,subjek, pengarang, penerbit,dan berdasarkan nama jurnal.
  • Alih Media

Kegiatan alih media di PDII bertujuan untuk membangun akses informasi melalui perpustakaan digital serta menjadi pusat repository nasional bidang sains dan teknologi.

 

Alih media dilakukan ke dalam berbagai bentuk yaitu :

  1. Alih media ke dalam bentuk digital.

PDII berupaya untuk mengalihmediakan berbagai laporan penelitian,artikel jurnal ilmiah,dan hasil hasil karya LIPI ke dalam bentuk digital sebagai upaya untuk pengembangan konten perpustakaan digital. PDII telah berhasil mendigitalkan lebih dari 55. 000 judul artikel yang dapat diakses oleh masyarakat luas.

  1. Alih media ke mikrofis,

Jasa alih media ke dalam bentuk mikrofis merupakan salah satu upaya pelestarian dokumen dari bentuk cetak ke dalam bentuk microfilm dan mikrofis dengan tujuan agar dokumen dan informasi penting dapat bertahan dalam waktu yang lebih lama,dalam pelaksanaan alih media ke mikrofis, PDII didukung dengan fasilitas yang memadai dan SDM yang berpengalaman.

  1. Alih Media Dokumen Langka ke dalam Bentuk Digital

PDII terus berupaya untuk melestarikan dokumen dokumen penting terutama             dalambidang ilmu pengetahuan dan teknologi PDII telah mengalihkanmediakan berbagai judul buku langka yang terbit di tahun 1700an ke dalam bentuk buku digital 3 dimensi.

  1. Publikasi

Sejak berdiri pada tahun 1965, PDII LIPI telah menerbitkan berbagai publikasi ilmiah yang disebarkan kepada masyarakat berupa  paket informasi teknologi,catalog induk majalah,direktori perpustakaan khusus Indonesia, Pedoman penampilan majalah ilmiah Indonesia dan lain sebagainya.

  1. Kemasan Informasi

Kemasan informasi berupa kumpulan informasi dari berbagai sumber yang diolah dan dianalisis berdasarkan kebutuhan pengguna dan disajikan dalam berbagai bentuk tercetak maupun digital.Kemasan informasi yang dibuat oleh PDII yaitu berupa tinjauan literature,executive summary, paket informasi teknologi, pohon industtri (bentuk cetak dan digital),film animasi tiga dimensi dan lain sebagainya.

  1. ISSN (International Standard Serial Number)

ISSN merupakan nomor buku internasional untuk terbitan berseri seperti surat kabar,majalah,buku tahunan,laporan tahunan,ataupun prosiding..

PDII LIPI menyediakan layanan E-Library, E-Library berupa layanan perpustakaan di PDII LIPI yang menitikberatkan pada tujuh layanan utama yaitu Buku Elektronik (menampilkan buku tiga dimensi),Multimedia (menampilkan video hasil peneliti),ISJD (menampilkan keseluruhan teks database jurnal ilmiah indonesia),Jurnal Asing,Karya Ilmiah Indonesia (Makalah,Laporan penelitian, Paten,dll),Bidang kepakaran (menampilkan daftar pakar di seluruh Indonesia),dan integrated libraray (layanan perpustakaan yang terintegrasi).

Untuk mengakses koleksi PDII LIPI di perpustakaan telah disediakan OPAC (Online Public Accsess Catalogue) yaitu sistem temu kembali informasi berbasis komputer.Sistem ini memberikan kemudahan bagi pengguna untuk mencari informasi di perpustakaan. Masyarakat pun dapat mengakses OPAC PDII melalui laman :http://jurnal.pdii.lipi.go.id.Koleksi yang dimiliki oleh PDII LIPI mencapai 498. 080 judul mencakup karya ilmiah peniliti LIPI,buku,jurnal,makalah,paten,tesis,laporan penelitian,artikel jurnal,dan artikel koran.Sebagian koleksi tersebut telah dialihmediakan ke dalam bentuk digital sebagai upaya peningkatan pelayanan digital library PDII LIPI.

 

  1. Mengedukasi

Mengedukasi salah satu hal yang perlu dilakukan oleh manager kepada pekerja untuk lebih memberikan suatu dorongan serta informasi kepada masyarakat luas agar dapat mengetahui apa PDII LIPI yang sebenarnya,serta fasilitas di dalamnya dapat diggunakan dengan baik dan benar dalam pemanfaatannya.PDII LIPI mengedukasi masyarakat dengan cara memberi bimbingan teknis dan workshop,hal itu  dilakukan sebagai bentuk kontribusi kepada masyarakat berbagai pelatihan,seminar,bimbingan teknis bidang dokumentasi dan informasi sesuai dengan tugas dan profesinya,serta menerima kunjungan dari berbagai instansi pemerintah,swasta dan perguruan tinggi.Beberapa pelatihan yang dilaksanakan antara lain : Membangun jurnal elektronik, Pengemasan Informasi,Publikasi Ilmiah Era Digital, Pelestarian bahan pustaka,dan pelayanan Referensi.Hal ini agar PDII LIPI dapat berperan serta dalam mengedukasi agar masyarakat

  1. Memotivasi

Memotivasi suatu hal untuk memberikan dorongan kepada masyarakat luas agar dapat memahami berbagai fasilitas yang disediakan,supaya dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat luas.Sebuah idea tau solusi untuk suatu masalah yang mereka percaya dengan baik bagi suatu instansi,dapat dengan menuangkan ide baru dan memberikan suatu motivasi kepada masyarakat agar mengenal lebih jauh PDII LIPI itu dan lebih memehami PDII LIPI yang sebenarnya serta kegunaan fasilitas yang dapat digunakan oleh masyarakat luas. Untuk mendekatkan informasi kepada PDII LIPI turut serta dalam PDII melaksanakan pameran,bedah buku,serta melakukan kerjasama dengan instansi pemerintah,swasta,dan perguruan tinggi.

Penelitian dan Kajian Bidang Dokumentasi dan informasi yang dilakukan oleh PDII LIPI merupakan sebuah upaya  untuk pengembangan ilmu dokumentasi dan informasi khususnya di Indonesia. Lingkup penelitian yang dilakukan mencakup perkembangan ilmu perpustakaan,dokumentasi dan informasi,penerapan teknologi informasi, penerapan teknologi informasi,Hal ini dapat memotivasi masyarakat luas yang ingin menggunakan fasilitas dari PDII LIPI itu. PDII LIPI menyediakan berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh semua pengguna yang ingin mengetahui berbagai ilmu pengetahuan yang disediakan oleh PDII LIPI ini. Untuk mendekatkan pemberian motivasi kepada masyarakat luas, PDII LIPI turut serta dalam melaksanakan pameran,bedah buku,serta melakukan kerjasama dengan instansi pemerintah,swasta,dan perguruan tinggi.

 

  1. Merubah perilaku

Dapat dilakukan dengan melaksanakan berbagai dengan cara memberi bimbingan teknis dan workshop,hal itu  dilakukan sebagai bentuk kontribusi kepada masyarakat berbagai pelatihan,seminar,bimbingan teknis bidang dokumentasi dan informasi sesuai dengan tugas dan profesinya,serta menerima kunjungan dari berbagai instansi pemerintah,swasta dan perguruan tinggi.Beberapa pelatihan yang dilaksanakan antara lain : Membangun jurnal elektronik, Pengemasan Informasi,Publikasi Ilmiah Era Digital, Pelestarian bahan pustaka,dan pelayanan Referensi.Hal ini agar PDII LIPI dapat berperan serta dalam  masyarakat. Merubah perilalaku dapat dilakukan dengan memberi pengetahuan serta meningkatkannya,melakukan kepelatihan,memberikan seminar tentang bagaimana pentingnya fasilitas pada PDII LIPI itu kepada  pekerja maupun masyarakat luas yang perlu mengerti pentingnya PDII LIPI untuk suatu ilmu pegetahuan serta pemanfaatannya.

 

Author: amaliapramesti  |  Category: Uncategorized

 Perkenalan Diri 

          Perkenalkan  nama lengkap saya Amalia Pramesti Dewi,yang akrab di panggil Amalia atau Amal.Saya lahir di Surakarta,27 September 1997,saya bertempat tinggal di daerah Surakarta,tepatnya di Jalan Bone Timur 3,Banyuanyar Rt 01/Rw I,Banjarsari,Surakarta.Saya sekarang berusia 18 tahun.Saya menempuh pendidikan  pertama bersekolah di TK Aisyiyah Banyuanyar II Surakarta,saya masuk di TK Aisyiyah Banyuanyar II ketika saya berusia 5 tahun,saya masuk TK Aisyiyah ada tahun 2002,di sana tempat dimana saya belajar,menuntut ilmu untuk pertama kalinnya,di sana saya diajarkan untuk belajar sekaligus bermain. Di TK saya diajarkan untuk membaca,menulis,bersosialisasi dengan teman sebaya,teman sewaktu kecil. Saya berada di TK kecil saat berusia 5 tahun dan berada di TK besar usia 6 tahun,di sana saya di ajar oleh ibu saya sendiri,kebetulan ibu saya seorang guru honorer di TK Aisyiyah Banyuanyar II.

Ketika saya memasuki usia 7 tahun saya masuk ke SD pada tahun 2004 saya melanjutkan ke MIN Banyuanyar,disekolah itu saya dapat memelajari ilmu umum sekaligus ilmu agama,di sana saya bersosialisasi dengan teman sebaya saya di lingkungan yang baru,walapun sebagian teman saya berasal dari TK Aisyiyah Banyuanyar II.Pada tahun 2009 saya lulus dari MIN Banyuanyar ,di sana saya mendapatkan pengalaman mulai dari ilmu yang saya dapatkan sampai saya bersosialisasi dengan teman dan guru di lingkungan SD. Setelah itu saya melanjutkan ke SMP di MTsN 1 Surakarta,pada tahun 2009,di sana juga seperti di MTsN 1 Surakarta,sekolah berbasis Agama Islam,di sekolah itu saya mendapatkan ilmu umum sekaligus ilmu agama juga. Saya mengenal teman lama saya dari MTsN 1 Surakarta dan saya juga bersosialisasi di lingkungan yang baru,teman dan guru baru.

Setelah itu saya melanjutkan di MAN 1 Surakarta masuk pada tahun 2012,di situ sekolah berbasis agama islam juga,saya masuk di MAN 1 Surakarta saya bersosialisasi di lingkungan yang baru,menemukan teman baru sekaligus guru baru yang saya kenal di sana. Sekolah saya dari TK sampai SMA berbasis agama islam karena orang tua saya sangat menyarankan untuk bersekolah berbasis islami agar mendapatkan ilmu umum sekaligus ilmu agama agar mendapatkan pedoman hidup dengan agama juga.

Setelah itu saya melanjutkan di bangku perkuliahan masuk pada tahun 2015,saya melanjutkan di Universitas Sebelas Maret.Di Universitas Sebelas Maret saya kuliah di fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang sering di sebut FISIP,saya mengambil program studi D3 Perpustakaan karena saya dari dulu juga menginginkan kuliah di fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di UNS.Saya sekarang berada di kelas B di D3 Perpustakaan saya sangat bersyukur dan semangat ketika saya dinyatakan di terima. Sampai sekarang saya menjalani perkuliahan dengan semangat dan senang hati.Orang tua dan kakak saya ikut senang ketika saya di terima di UNS.

Sebenarnya saya sebelumnya sudah mendaftarkan diri sebagai anak bidik misi dari awal saya masuk di UNS,tetapi pada saatnya telah di umumkan data anak yang sudah diterima bidik misi,ternyata saya tidak termasuk didalamnya,namun saya tetap bersyukur atas semua nikmat yang di berikan oleh Allah SWT.Saya tetap bersyukur,semangat,dan tetap berdoa serta berusaha untuk jalan terbaik yang semestinya saya tempuh itu.Setelah beberapa bulan ketika saya telah mengikuti perkuliahan di D3 Perpustakaan ternyata ada yang sms di nomer hp saya  memberi info untuk datang ke mawa UNS untuk di beri pengarahan tentang beasiswa Bidik Misi dan saya merasa bersyukur atas itu,ternyata saya dinyatakan sebagai  mahasiswa Bidik Misi.Saya semakin semangat dalam menjalankan kuliah serta saya berfikir tidak memberatkan beban ibu saya sebagai satu–satunya orang tua saya yang menyekolahkan saya dari kecil sampai saya kuliah seperti saat ini.

Saya merupakan pribadi yang selalu bersyukur disetiap kenikmatan yang diberikan oleh Allah SWT,saya tidak mudah menyerah serta selalu berjuang,dan tetap berusaha untuk berfikir positif akan hal apapun.Saya berusaha tangguh dan kuat di setiap keadaan yang saya jalani.Saya memiliki banyak pengalaman waktu SMA saya mengikuti organisasi siswa intra sekolah (OSIS),saya orang yang sangat senang berorganisasi dan sekaligus bersosialisasi dengan banyak orang. Saat saya bersekolah di MAN 1 Surakarta saya mengikuti seleksi OSIS di sekolah saya,seleksi itu diadakan setelah pelaksanaan MOPD,saat itu saya berusaha mencari sekre osis dan meminta formulir pendaftaran OSIS MAN 1 Surakarta,

Setelah itu saya mulai mengenal kakak kelas saya yang berada di anggota OSIS itu,saya mengisi formulir lalu saya kumpulkan ke sekertariatan OSIS untuk mendapatkan giliran untuk di screnning atau yang sering di sebut tahap wawancara.Saya mulai mengenal pribadi baru di lingkungan organisasi yang baru pula,saya mulai mengenal satu sama lain, mulai dari kakak kelas saya samai teman baru saya yang mendaftar OSIS itu. Saatnya tiba untuk mengikuti screnning,saat itu di tanya alasan mengapa ingin mengikuti OSIS itu,karena saya adalah tipe orang yang berkepribadian suka berorganisasi,menambah banyak pengalaman,menambah wawasan serta pengetahuan yang lebih luas lagi,menambah banyak teman dan keluarga baru.Saya merupakan tipe orang yang sangat senang bergaul dengan orang banyak,walaupun orang yang belum kenal pasti saya akan mengajak orang tersebut berkenalan dan mengenal pribadi satu sama lain.

Menurut saya  bersosialisasi dengan orang banyak itu enak dan lebih banyak wawasan serta pengalaman yang dapat di ceritakan satu sama lain. Saya bersyukur di terima di OSIS MAN 1 Surakarta saya di tempatkan di departemen Ilmu Pengetahuan (ILPENG),di sana saya bersyukur di jadikan sekertaris,sekaligus penanggung jawab dari  pelajar  pencita alam dan buletin dari departemen ilmu pengetahuan yang dinamakan buletin “Blitz“ yang berarti petir atau kilat yang menyambar,Departemen ILPENG itu menamakan buletin itu “Blitz“ karena kita ingin membagikan lmu serta pengetahuan yang sudah kita dapatkan kepada siswa–siswi MAN 1 Surakarta.

Menurut saya ilmu yang sudah kita dapatkan wajib di bagikan keada orang lain,agar ilmu serta pengetahuan yang sudah kita dapatkan itu kelak dapat berguna dan bermanfaat  bagi orang lain yang membutuhkannya.Selain saya juga menjadi ketua redaksi dari buletin itu,saya juga menjadi penanggung jawab dari program kerja departemen ILPENG yang di namakan pelajar pencita alam,Kegiatan dari pelajar pencita alam itu diantaranya ada event di dalam sekolah Go Green di sekolah,membuat poster yang berisi untuk menjaga lingkungan sekitar,tanam bibit pohon di sekolah  untuk melakukan penghijauan di sekolah. Selain itu kita juga mengadakan event di luar sekolah yang pernah kita laksanakan di Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi,Solo.

Kegiatan di CFD itu kita membagikan bibit pohon gratis kepada masyarakat Solo yang berada di CFD itu,kita perbolehkan untuk mengambil bibit pohon gratis,dan kita juga menyediakan MMT untuk di tanda tangani ketika sudah berpartisiasi \dalam kegiatan yang sudah kami laksanakan,kita juga membagikan sticker gratis yang berisi kata–kata mutiara untuk menjaga lingkungan sekitar dan tidak merusaknnya,serta berisi tentang Go Green untuk melakukan penghijauan di lingkungan sekitar. Saya sangat senang menyelengarakan kegiatan yang bermanfaat bagi orang lain,berbagi ilmu,saling berbagi pengalaman dan wawasan satu sama lain.

Saya juga berpengalaman dalam penyelenggaraan event terutama event yang diadakan dari program kerja (proker) di OSMANSA (Osis MAN 1 Surakarta). Dalam kegiatan Osis saya sering terpilih menjadi sie humas karena saya sangat senang bersosialisasi dan langsung terjun menuju ke masyarakat,dan terjun langsung saat di sekolahan untuk memberikan surat perizinan keada keala sekolah,guru untuk acara apapun yang akan dilaksanakan di setiap sebelum pelaksanaan kegiatan OSIS MAN 1 Surakarta sampai kegiatan terakhir yang di adakan oleh angkatan saya,berupa kegiatan pensi angkatan yang dinamakan MAN1FESTA (MAN 1 Festival Of Art).Pensi itu menjadi acara terakhir ketika saya menjadi humas.Saya juga melanjutkan untuk mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tingkat Universitas yang ada di UNS,kegiatan kampus yang saya ikuti ini berupa Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Kentingan yang berkegiatan sebagai jurnalis Mahasiswa.Saya adalah orang yang menyukai dunia jurnalistik,seerti wartawan tetapi saya masih dalam proses  belajar.

Saya menyukai hal-hal yang baru seperti kegiatan yang di laksanakan di kota Solo,misalnya SBC (Solo Batik Carnival) sebenarnya kegiatan itu sudah ada sejak SBC (Solo Batik Carnival) ke 1,yang di laksanakan tahun 2008 yang lalu,sekarang akan di adakan lagi SBC 9.Saya tertarik ingin berpartisipasi menjadi volunteer di acara itu,lalu saya berusaha untuk mencari sekre SBC yang terletak di belakang hotel Aston Solo. Lalu saya mengambil formulir untuk mendaftarkan sebagai volunteer karena saya minat terhadap hal baru yang belum saya coba,dan dari SBC ke 1 sampai SBC ke 5 saya hanya menjadi penonton namun saat ini saya ingin berjuang menjadi volunteer agar saya lebih berpengalaman,menambah wawasan,ilmu,dan mengenal pribadi di lingkungan yang baru.

Kelemahan yang ada pada diri saya terkadang saya tidak tepat waktu,namun saya berusaha akan hal itu agar tidak terulang kembali,sering lupa menaruh suatu barang,sering bingung kalaupun ada dua pekerjaan yang harus dikerjakan dalam satu waktu,bingung ingin mengerjakan yang terlebih dahulu. Namun dengan adanya kelemahan saya berusaha untuk lebih baik lagi,dan tidak membuat itu sebagai kelemahan yang terus saya miliki tetapi saya berusaha merubah pribadi saya kelak menjadi pribadi yang lebih baik di kemudian hari.Harapan saya ingin membahagiakan ibu saya dan kakak saya sehingga saya berjuang lebih keras untuk belajar,untuk memeperjuangkan cita-cita saya kelak semoga tercapai seiring adanya doa dan usaha yang keras,pantang menyerah. Saya berusaha untuk giat belajar dan rajin agar cita-cita saya untuk transfer kuliah dan kelak ingin bekerja di sebuah instansi  semoga  dapat tercapai aamiin.

Author: amaliapramesti  |  Category: Uncategorized

15 PERPUSTAKAAN DI DUNIA YANG WAJIB DIKUNJUNGI

Repost :  BY ORIONBETELGEUZE on 19/02/2013 

 

Pemandangan ini merupakan pemandangan perpustakaan megah. Walaupun kartun tapi tetap megah kan? Banyak buku yang ditata hingga sampai ke langit- langit ruang, tiang- tiang, dengan dihiasi tangga yang meliuk – liuk nan unik. Ditambah lagi, dekorasi artistik disetiap sudut ruang menambah keindahan perpustakaan ini.

Sayangnya, gambar ini adalah potongan dari sebuah film kartun buatan UK, “Beauty and the Beast“. Lantas, yang jadi pertanyaan adalah, perpustakaan tersebut didunia nyata ada atau tidak? Maksudnya, adakah perpustakaan megah di dunia, atau bahkan lebih megah lagi yang memiliki pemandangan se-exotic daripada gambar kartun ini? Dengan senang hati, kita akan bilang ‘ada’, dan ini nyata. Mau tau perpustakaan apa saja itu? Ikuti terus artikel kita dalam “15 Perpustakaan Di Dunia Yang Wajib Dikunjungi

The Kyoto International Manga Museum

Kyoto International Manga Museum, merupakan perpustakaan bersejarah yang mengoleksi manga dari seluruh dunia sebagai referensi untuk hasil karya bernilai seni tinggi. Perpustakaan ini, walau cocoknya dibilang museum, multifungsi banget lho. Ada sekolah dasarnya. Kemudian juga menjadi tempat penyimpanan hasil kerajinan tangan oleh warga Jepang mulai dari masa peperangan hingga abad modern seperti saat ini. Di gedung ini, kalian bisa dengan leluasa membaca buku, komik, atau juga melihat – lihat benda – benda bersejarahnya. Well, kita tempatkan perpustakaan ini di urutan ke-15.

Oxofrd University Bodleian Library

Di posisi ke-14 ada Oxford University Bodleian Library. Perpustakaan ini merupakan perpustakaan tertua di Eropa. Berdasarkan informasi dari arkeolog setempat, perpustakaan ini sudah ada dari abad 14 atau sekitar 600 tahun yang lalu. Perpustakaan ini memiliki segala macam buku dari mulai yang sudah berumur ataupun yang baru release. Sangat komplit tuh buat kalian yang ingin cari referensi tentang berbagai macam disiplin ilmu. Oh iya, perpustakaan ini juga ga saing lho, apalagi buat kalian yang sudah nonton Harry Potter, karena memang syuting nya disini.

Ambrosian Library and Art Gallery

Ambrosian Library and Art Gallery, atau yang juga dikenal dengan ‘Biblioteca Amrosiana‘ memiliki 12 manuskrip Leonardo da Vinci yang termasuk didalamnya adalah Codex Atlanticus, yakni sekumpulan tulisan ilmiah yang punya pengaruh besar dalam dunia kedokteran. Kerennya lagi, dari manuskrip, karya seni, hingga biografi sang seniman yang sudah melegenda ini, dituliskan dalam berbagai bahasa yang berbeda. Ga Hanya itu, faktor lain yang membuat perpustakaan ini layak dikunjungi adalah, karena perpustakaan ini juga menyimpan berbagai macam masterpiece seniman dan ilmuwan kelas dunia seperti: Caravaggio, Michelangelo, Galileo, dan Raphael juga ada disitu.

British Library (London, UK)

Diposisi ke 12, bertengger sebuah perpustakaan yang datangnya dari dataran Britania Raya (UK), yang bernama British Library. Perpustakaan ini menyimpan lebih dari 150 juta buku, dari yang lawas hingga yang baru. Disini juga ada benda bersejarah bangsa UK yang bernama “Magna Carta” (semacam teks deklarasi kemerdekaan gitu deh). Selain itu mahakarya musik dunia yang diciptakan oleh Mozart dan Beethoven (untuk yang lawas), hingga manuskripnya John Lennon dan Paul McCartney (untuk karya abad modern), juga menghiasi rak buku di perpustakaan ini.

State Library of Victoria (Melbourne, Australia)

Dari sekian perpustakaan yang ada di dunia, bisa jadi perpustakaan yang ada di pusat Negara Bagian Victoria ini adalah yang terunik. Bagaimana tidak, dengan tata letak octagonal dimana bentuknya seperti gurita, dengan meja – mejanya yang menyerupai tentakel, dapat menampung pembaca hingga 500 per hari. Sementara itu, jumlah buku yang ada disini mencapai lebih dari satu juta keping. Jangan lupa juga, jika kalian mengunjungi perpustakaan ini, mampirlah ke Cowen Gallery. Di sana terdapat karya – karya seni elegan mulai dari lukisan, kerajinan tangan, musik, dan arsitektur. Thats why kita tempatkan perpustakaan ini di urutan ke-11.

National of frence 

Setingkat di atas State Library of Victoria, ada The National Library of France. Perpustakaan ini memiliki semua artikel, buku, jurnal, dan majalah yang dipublikasikan di Perancis. Disana terdapat lebih dari 10 juta keping buku yang juga di cetak dalam berbagai bahasa internasional.

Trinity College Library (Dublin, Ireland)

Di posisi ke-9, diduduki oleh Trinity College Library. Perpustakaan ini terletak di jantung kota Dublin dan termasuk perpustakaan yang paling besar se-Irlandia. Jika kalian mengenal the Book of Kells, yakni sebuah buku pencerahan umat Christian yang dibuat oleh bangsa Celt, itu juga ada disini, versi aslinya lho.

Royal Portuguese Reading Room (Rio de Jeneiro, Brazil)

Dibangun pada akhir masa kejayaan arsitektur gothic, Royal Portuguese Reading Room lebih cenderung terlihat seperti gereja. Namun, siapa sangka bahwa sebenarnya bangunan ini adalah sebuah perpustakaan. Terdapat 45.000 lebih jumlah hasil karya bangsa Portugis yang tersebar mulai dari lantai bawah hingga lantai atas. Sebuah pertimbangan tersendiri untuk sebuah perpustakaan antik untuk ditempatkan di urutan ke-8, dan tentu saja kaliankudu cobain berkunjung kesini.

Seattle Public Library (Seattle, USA)

Seattle Public Library

Di posisi ke-7 ada perpustakan keren yang datang dari daratan Amerika. Lebih tepatnya di kota Seattle. Sesuai nama kotanya, perpustakaan ini diberi nama Seattle Public Librari. Perpustakaan ini memiliki koleksi buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang sangat banyak, lebih dari satu juta keping, baik yang lawas ataupun yang baru. Selain itu ada sekitar 400 komputer yang siap dipakai oleh pengunjung beserta koneksi internetnya dengan cuma – cuma. Dan ga ketinggalan, koleksi manga juga lengkap lho disini.

Machi Tosho Terasow

Machi Tocho Terrasow (Nagano, Jepang)

Setingkat diatas perpustakaan dari Seattle, ada perpustakan yang ga kalah menariknya. Namanya adalah Machi Yocho Terrasow. Dari namanya yang Japanese banget, sudah pasti letaknya di Negri Sakura, tepatnya di perfektur Nagano. Perpustakaan ini juga punya andil lho dalam memberikan pengetahuan kepada masyarakat sekitar, mulai dari science, sejarah, bahasa, seni, dan sosial. Yang beda dari perpustakaan ini, disini tuh sering banget ngadain acara – acara yang bersifat budaya. Jadi pengunjung ga hanya enjoy membaca saja, tapi juga bisa ikut menikmati perayaan – perayaan yang dibuat oleh masyarakat lokal.

Salt Lake City Public Library(Salt Lake City, USA)

Salt Lake City Public Library

Perpustakaan yang asalnya dari Salt Lake City, Amerika i

ni unik banget ternyata. Uniknya itu terletak pada konstruksinya, dimana bagian interiornya lebih didominasi oleh kaca. Bangunan ini terdiri dari empat lantai yang bentuknya itu spiral. Terlihat seperti perapian. Oleh karenanya, layak bagi perpustakaan ini untuk bertengger di peringkat ke-5. Dan tentunya sangat – sangat disarankan untuk dikunjungi.

Royal Danish Library (Copenhagen, Denmark)

Royal Danish Library

Di posisi ke-empat ada Royal Danish Library yang berasal dari kota Copenhagen Denmark. Dibilang unik perpustakaan ini, ya unik banget. Bentuknya yang menyerupai diamond dengan glitter – glitter di dindingnya menambahkan daya pukau perpustakaan ini. Konon katanya, bahan untuk membuat konstruksi ini adalah batu granit yang dibawa jauh – jauh dari Afrika Selatan. Sementara dari segi ukurannya, perpustakaan ini merupakan perpustakaan terbesar se Eropa, dimana disana ada manuskrip yang melegenda dari seorang penyair bernama Hans Christian  Andersen.

Yale Library

Yale University Library (New Haven, USA)

Di posisi ketiga ditempati oleh Ylae Universit Libary. Perpustakaan tua ini merupakan perpustakaan terbesar kedua di Amerika Utara. Disana menyimpan banyak manuskript kuno, mulai dari Christopher Columbus, Presiden Amerika F.D Roosevelt, dan Abraham Lincoln. Selain itu kelengkapannya juga tidak perlu dipertanyakan, semua cabang ilmu pengetahuan tak luput dari pembukua

Strahov Theological Library (Prague, Czech Republic)

Strahov Theological Library

Diposisi kedua ditempati oleh perpustakaan tua yang bernama Strahov Theological Library. Lokasinya berada di pusat kota yang sarat sejarah, Praha. Perpustakaan ini memuat 200.000 buku yang mayoritas adalah koleksi ilmu theologi (ketuhanan). Dissamping itu banyak lukisan – lukisanfresco yang anggun dipajang diaman – mana.

Jose Vasconcelos Library (Mexico City, Mexico)

Jose Vasconcelos Library

Dan yang terakhir adalah, perpustakaan Jose Vasconcelos yang terletak di Mexico City. Perpustakaan ini adalah buah karya arsitek terkenal, Alberto Kalach. Di dalam perpustakaan ini terdapat lebih dari satu juta keping buku yang tergantung di rak – rak buku setinggi lebih dari 5 meter.

 

 

Author: amaliapramesti  |  Category: Uncategorized

Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi
Teknologi Informasi adalah teknologi pengadaan,pengolahan,dan bisa menyimpan informasi dengan adanya komputer (Tidak semuannya tersimpan dalam memori manusia,masih membutuhkan teknologi) Misalnya Komputer.Teknologi Telekomunikasi adalah berbagi informasi dengan orang yang jauh (untuk penyembaran informasi). Teknologi Telekomunikasi dapat mengolah,mengumpulkan,dan menyimpan.
 Teknologi Komunikasi menurut Rocer (1986) :
Perangkat keras,struktur-struktur organisasi seluruh bagian perangkat yang dapat digunakan untuk bertukar informasi antara individu. Yang mencakup sistem-sistem komunikasi yaitu satelit siaran langsung,kabel interaktif 2 arah,penyiaran bertenaga rendah,komputer,TV.
Teknologi Komunikasi adalah alat yang diaktifkan oleh struktur ekonomi social dan politik,membawa nilai-nilai ekonomi sosial dan politik dan meningkatkan kemampuan indera manusia (baikmendengar maupun melihat).
Menurut Weiner 1996:
-Teknologi Komunikasi adalah Alat untuk pemrosesan,pengolahan,dan penyebaran data oleh kombinasi komputer dan telekomunikasi.
-Teknologi Informasi adalah pengerjaan data oleh komputer dan telekomunikasi .

 Tawaran Teknologi Informasi:
-Metode dan perkakas untuk merekam pengetahuan termasuk komputer,media,simpan,seperti pita magnetis,dan cakram atau disk.
-Media penyimpanan cantuman (record) menangkat mengenai berbagai kegiatan termasuk perangkat keras komputer seperti media penyimpanan yang dilengkapi perangkat lunak untuk merancang bangun,menciptakan dan menyunting rangkaian data,dan perangkat lunak sejenis.
-Metode untuk mengindeks pembuatan indeks berbantuan komputer serta berbagai berkas file khusus.

 Untuk mengeMemudahkan temu balik dokumen berdasarkan istilah dan kondisi istilah dalam berkas yaitu:
 Metode mengkomunikasikan untuk pengetahuan termasuk:
a.System pos elektronik untuk transmisi teks memo dan surat
b.Sistem transmisi faksimili
c.Telekonferensi
d.Majalah elektronik
e.Jaringan komunikasi data

 Era Komunikasi Interaktif:
Ciri-Cirinya:
-Orang yang terlibat bisa berinteraksi dengan leluasa
-Umpan `balik baik yang bersifat positif maupun negative segera bisa di ketahui
-Penyimpanan pesan bisa dilakukan secara verbal maupun gambar.
-Menggunakan media interaktif.
Pengertian Media Interaktif:
-Sesungguhnya media interaktif adalah media yang dipakai untuk saling bertukar informasi,baik untuk keperluan,hiburan ,pendidikan bisnis,yang digunakan computer terminal video text,telepon atau layar televise (Weiner,1996)

Prinsip dan Teknologi Komunikasi:
-Objek bisa diubah menjadi gambar melalui pendekatan lensa
-Gambar proyeksi bisa di ubah menjadi gelombang elektromagnetik melalui pendekatan foto sel (Scanning device).
– Suara bisa di ubah menjadi sinyal listrik melalui pendekatan microphone.
-Sinyal listrik yang bermuatan gambar proyeksi dan suara di pancarkan melalui kabel,melalui jasa satelit komunikasi sinyal listrik bisa dikirim kemana saja di muka bumi bahkan keluar angkasa.
-Sinyal diterima sistem antenna dan masuk kea lat yang bisa mengubah sinyal menjadi gambar progresif kembali.

 Tiga sudut pandang keterkaitan teknologi komunikasi dan kebudayaan:
1.Teknologi komunikasi sebagai factor determinan dalam mayoritas teknologi komunikasi bisa mengubah kehidupan manusia.
2. Teknologi komunikasi sebagai industrialisasi.Tenologi komunikasi sebagai produk dan industrialisasi.
3. Teknologi komunikasi sebagai alat yang baru sebagai alat yang baru tidak banyak orang yang mengenalnya dengan baik.

• Pesan yang dibawa teknologi komunikasi (Etika):
 Melakukan Demasifikasi
Dalam demasifikasi terjadi perubahan control pesan,yang menjadi mengontrol pesan adalah khalayak.

 Menyesuaikan Dini
Pengguna khusus menyesuaikan diri dengan berbagai standarisasi mulai dari standar petunjuk teknis pemakaian teknologi komunikasi ,standar teknis pengiriman pesan,standar nilai –nilai kemanusiaan hingga makna pesan.

 Meningkatkan Interaksi
Berhubungan dengan individu di daerah/negaralain. Menyalurkan apresiasi dan ekspresi yang pada gilirannya menjadikan mereka akrab satu sama lain.Mengakseshasil kebudayaan yang muncul di berbagai daerah.

 Implementasikan Teknologi Komunikasi :
1.Pertama inisiasi usaha mengumpulkan informasi tentang teknologikomunikasi memahaminya dengan seksama dan merencanakannya untuk mengadopsinya.
-Agenda seting yaitu munculnya ide untuk mengadopsiclemi menyelesaikan permasalahan informasi yang muncul.
-Matching yaitu kecocokan teknologi informasi dengan kebutuhan dan kemampuan mengadopsinya.

2. Kedua implementasi,yaitu seluruh kegiatan dan aktivitas,yang dilakukan untuk menggunakan teknologi komunikasi yang dirindukan.
-Redifining yaitu mengatur menyusun dan bahkan memodifikasinstruktur organisasi (bagi lembaga) atau mental secara kebiasaan (bagi individu) untuk keperluan teknologi yang dimaksud.
-Clarifying,yaitu meyakinkan kepada semua anggota (bagi lembaga) atau diri sendiri (bagi individu) tentang seluk beluk teknologi informasi yang dimaksud sehingga teknologi informasi yang dimaksud sehingga teknologi informasi itu tidak lagi menjadi asing lagi.
-Routinizing teknologi komunikasi sudah diketahui secara jelas dan menjadi bagian dari infrastruktur sebuah organisasi (bagi lembaga) atau perlengkapan kehidupan sehari-hari (bagi individu) Everett M.Rogers.

 Perspektif Implementasi Teknologi Komunikasi:

1. Manajemen sistem,TIK merupakan hasil upaya untuk mengoptimalkan hasil sistem organisasi.
2. Proses birokrasi,TIK digunakan untuk merubah kebijakan sebuah lembaga,berdasarkan prepsi manajemen puncak.
3. Pengembangan organisasi TIK memenuhi keinginan dankomunitas muncul karena dorongan untuk meningkatkan partisipasi.
4. Konflik/tawar-menawar.

TEKNOLOGI INFORMASI
Charles Sanders Peirce (Lubbe dan Nauta,1992:5-6) mengemukakan dalam filosofi “triadic”-nya bahwa teknologi informasi adalah salah satu sudut segitiga sama sisi yang melambangkan teknologi: dua sudut lainnya dalah energy dan materi.
Filosofi Triadic Peirce yang ada di bawah ini:
Informasi Automasi

Simulasi/Model Kecerdasan Buatan

Energi Materi

– Automasi di pusat-pusat dokumentasi dan informasi (posdukinfo),termasuk perpustakaan ,automasi adalahistilah yang sering dipakai untuk menyatakan penerapan komputer untuk menyatakan penerapan komputer untuk menyatkan penerapan komputer untuk mengolah,menyimpan dan menyebarkan informasi (yang sering di pakai di perpustakaan).
– Stimulasi/Model menurut Peirce (Labbe dan Nauta,1992:6)
Simulasi dan model berhubungan dengan karakter aktualitas dan referensial.
– Kecerdasan Buatan
Produk dari pemikiran komputer dapat di program untuk memiliki kecerdasan menyerupai manusia,seperti belajar,melakukan penalaran,adaptasi,dan mengkoreksi pengetahuan.

SEJARAH PERKEMBANGAN TIK DI PERPUSTAKAAN

 1960-an sejumlah perpustakaan di Amerika Utara dan inggris mulai menggerakan computer.
 1961-an H.P Luhn dari IBM mengembangkan beberapa program untuk membuat indeks kata kunci .Pada tahun yang sama Douglas Aircraft menggunakan kartu katalog yang dibuat dengan computer.
 1960 an library of congres (LC) di Amerika dan British National Bibliography (BNB) sekarang dikenal dengan National Bibliographic Service di British Library bekerjasama mengembangkan Machine Readable catalogue (MSRC)
 1970 perpustakaan dan agen-agen pengkatalogan dan perdagangan buku mulai menghadapi suatu standar penomoran 10 digit (ISBN)
 1970-an menunjukan suatu perkembangan jasa kerjasama dan resource sharing antar perpustakaan .
 1980-an trend yang muncul adalah penyedia packaged hardware dan software.Perkembangan OPAC dan informasi lewat CD-Room.
 1986 hanya 6 % dari anggota OCLC (Ohio College Library Center) di Amerika Utara memiliki drive CD-Rom.
 1990 meningkat menjadi menjadi 72 %
 1990-an tren tersebut berubah kearah keramah-tamahan pada pemakai user friendly interface.
 2000-an perkembangan dan kemajuan terjadi dalam dunia otomasi perpustakaan misalnya berbagai proyek kerjasama yang di lakukan untuk merespon kebutuhan pencari informasi.

TUJUAN PENGEMBANGAN SISTEM KOMPUTER DI PERPUSTAKAAN

• Line (1972) menemukan 2 alasan yang berkaitan dengan perkembangan system computer di perpustakaan yaitu penyediaan jasa dengan biaya murah dan perolehan keuntungan dengan pengeluaran yang minim.
• Pengembangan system computer untuk menyediakan suatu standar yang bisa dipakai bersama di antara perpustakaan yang bekerja sama.
• Alasan lain tugas yang di emban lebih oleh perpustakaan dapat di selesaikan secara lebih akurat,cepat,dan terkontrol.

Terdapat pual permasalahan lain sebagai berikut,yaitu:
1.Perangkat keras (Hardware)
2. Perangkat Lunak (Software)
3. Manusia
4. Keuangan

Manfaat yang dirasakan pemakai,yaitu:
– Pemakai dapat memperoleh berbagai bahan belajar yang berkaitan dengan mata pelajaran ,modul online,peraturan popular,berita,dengan cara mengunduh atau memanfaatkan langsung.
– Pemakai dapat berbagi ilmu dengan cara mengirimkan karyanya dalam web.
– Sebagai sarana komunikasi dan kolaborasi.

Teknologi Informasi di Perpustakaan:
1. Library Housekeeping
2. Information Retrival
3. General Purpose Software
4. Library Networking

Pengaruh TIK di Perpustakaan:
1.Online Public Acces Catalog (OPAC)
2. Radio Frequency Identification (RFID)
3. Automasi Perpustakaan (Penggunaan komputer untuk mengurangi tenaga kerja manusia)
4.Perpustakaan Hibrida (Terdapat digital dan cetak)
5. Perpustakaan dan Jejaring Sosial

Author: amaliapramesti  |  Category: Uncategorized

Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi
Teknologi Informasi adalah teknologi pengadaan,pengolahan,dan bisa menyimpan informasi dengan adanya komputer (Tidak semuannya tersimpan dalam memori manusia,masih membutuhkan teknologi) Misalnya Komputer.Teknologi Telekomunikasi adalah berbagi informasi dengan orang yang jauh (untuk penyembaran informasi). Teknologi Telekomunikasi dapat mengolah,mengumpulkan,dan menyimpan.
 Teknologi Komunikasi menurut Rocer (1986) :
Perangkat keras,struktur-struktur organisasi seluruh bagian perangkat yang dapat digunakan untuk bertukar informasi antara individu. Yang mencakup sistem-sistem komunikasi yaitu satelit siaran langsung,kabel interaktif 2 arah,penyiaran bertenaga rendah,komputer,TV.
Teknologi Komunikasi adalah alat yang diaktifkan oleh struktur ekonomi social dan politik,membawa nilai-nilai ekonomi sosial dan politik dan meningkatkan kemampuan indera manusia (baikmendengar maupun melihat).
Menurut Weiner 1996:
-Teknologi Komunikasi adalah Alat untuk pemrosesan,pengolahan,dan penyebaran data oleh kombinasi komputer dan telekomunikasi.
-Teknologi Informasi adalah pengerjaan data oleh komputer dan telekomunikasi .

 Tawaran Teknologi Informasi:
-Metode dan perkakas untuk merekam pengetahuan termasuk komputer,media,simpan,seperti pita magnetis,dan cakram atau disk.
-Media penyimpanan cantuman (record) menangkat mengenai berbagai kegiatan termasuk perangkat keras komputer seperti media penyimpanan yang dilengkapi perangkat lunak untuk merancang bangun,menciptakan dan menyunting rangkaian data,dan perangkat lunak sejenis.
-Metode untuk mengindeks pembuatan indeks berbantuan komputer serta berbagai berkas file khusus.

 Untuk mengeMemudahkan temu balik dokumen berdasarkan istilah dan kondisi istilah dalam berkas yaitu:
 Metode mengkomunikasikan untuk pengetahuan termasuk:
a.System pos elektronik untuk transmisi teks memo dan surat
b.Sistem transmisi faksimili
c.Telekonferensi
d.Majalah elektronik
e.Jaringan komunikasi data

 Era Komunikasi Interaktif:
Ciri-Cirinya:
-Orang yang terlibat bisa berinteraksi dengan leluasa
-Umpan `balik baik yang bersifat positif maupun negative segera bisa di ketahui
-Penyimpanan pesan bisa dilakukan secara verbal maupun gambar.
-Menggunakan media interaktif.
Pengertian Media Interaktif:
-Sesungguhnya media interaktif adalah media yang dipakai untuk saling bertukar informasi,baik untuk keperluan,hiburan ,pendidikan bisnis,yang digunakan computer terminal video text,telepon atau layar televise (Weiner,1996)

Prinsip dan Teknologi Komunikasi:
-Objek bisa diubah menjadi gambar melalui pendekatan lensa
-Gambar proyeksi bisa di ubah menjadi gelombang elektromagnetik melalui pendekatan foto sel (Scanning device).
– Suara bisa di ubah menjadi sinyal listrik melalui pendekatan microphone.
-Sinyal listrik yang bermuatan gambar proyeksi dan suara di pancarkan melalui kabel,melalui jasa satelit komunikasi sinyal listrik bisa dikirim kemana saja di muka bumi bahkan keluar angkasa.
-Sinyal diterima sistem antenna dan masuk kea lat yang bisa mengubah sinyal menjadi gambar progresif kembali.

 Tiga sudut pandang keterkaitan teknologi komunikasi dan kebudayaan:
1.Teknologi komunikasi sebagai factor determinan dalam mayoritas teknologi komunikasi bisa mengubah kehidupan manusia.
2. Teknologi komunikasi sebagai industrialisasi.Tenologi komunikasi sebagai produk dan industrialisasi.
3. Teknologi komunikasi sebagai alat yang baru sebagai alat yang baru tidak banyak orang yang mengenalnya dengan baik.

• Pesan yang dibawa teknologi komunikasi (Etika):
 Melakukan Demasifikasi
Dalam demasifikasi terjadi perubahan control pesan,yang menjadi mengontrol pesan adalah khalayak.

 Menyesuaikan Dini
Pengguna khusus menyesuaikan diri dengan berbagai standarisasi mulai dari standar petunjuk teknis pemakaian teknologi komunikasi ,standar teknis pengiriman pesan,standar nilai –nilai kemanusiaan hingga makna pesan.

 Meningkatkan Interaksi
Berhubungan dengan individu di daerah/negaralain. Menyalurkan apresiasi dan ekspresi yang pada gilirannya menjadikan mereka akrab satu sama lain.Mengakseshasil kebudayaan yang muncul di berbagai daerah.

 Implementasikan Teknologi Komunikasi :
1.Pertama inisiasi usaha mengumpulkan informasi tentang teknologikomunikasi memahaminya dengan seksama dan merencanakannya untuk mengadopsinya.
-Agenda seting yaitu munculnya ide untuk mengadopsiclemi menyelesaikan permasalahan informasi yang muncul.
-Matching yaitu kecocokan teknologi informasi dengan kebutuhan dan kemampuan mengadopsinya.

2. Kedua implementasi,yaitu seluruh kegiatan dan aktivitas,yang dilakukan untuk menggunakan teknologi komunikasi yang dirindukan.
-Redifining yaitu mengatur menyusun dan bahkan memodifikasinstruktur organisasi (bagi lembaga) atau mental secara kebiasaan (bagi individu) untuk keperluan teknologi yang dimaksud.
-Clarifying,yaitu meyakinkan kepada semua anggota (bagi lembaga) atau diri sendiri (bagi individu) tentang seluk beluk teknologi informasi yang dimaksud sehingga teknologi informasi yang dimaksud sehingga teknologi informasi itu tidak lagi menjadi asing lagi.
-Routinizing teknologi komunikasi sudah diketahui secara jelas dan menjadi bagian dari infrastruktur sebuah organisasi (bagi lembaga) atau perlengkapan kehidupan sehari-hari (bagi individu) Everett M.Rogers.

 Perspektif Implementasi Teknologi Komunikasi:

1. Manajemen sistem,TIK merupakan hasil upaya untuk mengoptimalkan hasil sistem organisasi.
2. Proses birokrasi,TIK digunakan untuk merubah kebijakan sebuah lembaga,berdasarkan prepsi manajemen puncak.
3. Pengembangan organisasi TIK memenuhi keinginan dankomunitas muncul karena dorongan untuk meningkatkan partisipasi.
4. Konflik/tawar-menawar.

TEKNOLOGI INFORMASI
Charles Sanders Peirce (Lubbe dan Nauta,1992:5-6) mengemukakan dalam filosofi “triadic”-nya bahwa teknologi informasi adalah salah satu sudut segitiga sama sisi yang melambangkan teknologi: dua sudut lainnya dalah energy dan materi.
Filosofi Triadic Peirce yang ada di bawah ini:
Informasi Automasi

Simulasi/Model Kecerdasan Buatan

Energi Materi

– Automasi di pusat-pusat dokumentasi dan informasi (posdukinfo),termasuk perpustakaan ,automasi adalahistilah yang sering dipakai untuk menyatakan penerapan komputer untuk menyatakan penerapan komputer untuk menyatkan penerapan komputer untuk mengolah,menyimpan dan menyebarkan informasi (yang sering di pakai di perpustakaan).
– Stimulasi/Model menurut Peirce (Labbe dan Nauta,1992:6)
Simulasi dan model berhubungan dengan karakter aktualitas dan referensial.
– Kecerdasan Buatan
Produk dari pemikiran komputer dapat di program untuk memiliki kecerdasan menyerupai manusia,seperti belajar,melakukan penalaran,adaptasi,dan mengkoreksi pengetahuan.

SEJARAH PERKEMBANGAN TIK DI PERPUSTAKAAN

 1960-an sejumlah perpustakaan di Amerika Utara dan inggris mulai menggerakan computer.
 1961-an H.P Luhn dari IBM mengembangkan beberapa program untuk membuat indeks kata kunci .Pada tahun yang sama Douglas Aircraft menggunakan kartu katalog yang dibuat dengan computer.
 1960 an library of congres (LC) di Amerika dan British National Bibliography (BNB) sekarang dikenal dengan National Bibliographic Service di British Library bekerjasama mengembangkan Machine Readable catalogue (MSRC)
 1970 perpustakaan dan agen-agen pengkatalogan dan perdagangan buku mulai menghadapi suatu standar penomoran 10 digit (ISBN)
 1970-an menunjukan suatu perkembangan jasa kerjasama dan resource sharing antar perpustakaan .
 1980-an trend yang muncul adalah penyedia packaged hardware dan software.Perkembangan OPAC dan informasi lewat CD-Room.
 1986 hanya 6 % dari anggota OCLC (Ohio College Library Center) di Amerika Utara memiliki drive CD-Rom.
 1990 meningkat menjadi menjadi 72 %
 1990-an tren tersebut berubah kearah keramah-tamahan pada pemakai user friendly interface.
 2000-an perkembangan dan kemajuan terjadi dalam dunia otomasi perpustakaan misalnya berbagai proyek kerjasama yang di lakukan untuk merespon kebutuhan pencari informasi.

TUJUAN PENGEMBANGAN SISTEM KOMPUTER DI PERPUSTAKAAN

• Line (1972) menemukan 2 alasan yang berkaitan dengan perkembangan system computer di perpustakaan yaitu penyediaan jasa dengan biaya murah dan perolehan keuntungan dengan pengeluaran yang minim.
• Pengembangan system computer untuk menyediakan suatu standar yang bisa dipakai bersama di antara perpustakaan yang bekerja sama.
• Alasan lain tugas yang di emban lebih oleh perpustakaan dapat di selesaikan secara lebih akurat,cepat,dan terkontrol.

Terdapat pual permasalahan lain sebagai berikut,yaitu:
1.Perangkat keras (Hardware)
2. Perangkat Lunak (Software)
3. Manusia
4. Keuangan

Manfaat yang dirasakan pemakai,yaitu:
– Pemakai dapat memperoleh berbagai bahan belajar yang berkaitan dengan mata pelajaran ,modul online,peraturan popular,berita,dengan cara mengunduh atau memanfaatkan langsung.
– Pemakai dapat berbagi ilmu dengan cara mengirimkan karyanya dalam web.
– Sebagai sarana komunikasi dan kolaborasi.

Teknologi Informasi di Perpustakaan:
1. Library Housekeeping
2. Information Retrival
3. General Purpose Software
4. Library Networking

Pengaruh TIK di Perpustakaan:
1.Online Public Acces Catalog (OPAC)
2. Radio Frequency Identification (RFID)
3. Automasi Perpustakaan (Penggunaan komputer untuk mengurangi tenaga kerja manusia)
4.Perpustakaan Hibrida (Terdapat digital dan cetak)
5. Perpustakaan dan Jejaring Sosial

Author: amaliapramesti  |  Category: Uncategorized

Nyaman nya Hutan FISIP UNS

Oleh: Amalia Pramesti D

`           Di Universitas Sebelas Maret (UNS),yang terletak di Jalan Ir. Sutami No 36-A Kentingan Surakarta.terdapat beberapa fakultas di antarannya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di dalamnya terdapat pepohonan yang hijau dan di dalamnya juga terdapat fasilitas yang nyaman,salah satunya Hutan Fsilitas juga FISIP UNS. Disana di sediakan beberapa fasilitas yang bisa digunakan oleh para mahasiswa yaitu tempat duduk yang nyaman,tempatnya sejuk dan lokasinya strategis.

o:

Foto: Canon EOS : Amalia

Di hutan banyak digunakan untuk mahasiswa FISIP,untuk mengerjakan tugas,kumpul dengan teman-temannya.Di hutan Fisip adalah tempat dimana digunakan untuk waktu luang mahasiswa,jika tidak ada mata kuliah dari dosen. Sering digunakan nongkrong,tempat duduk bareng,karena tempatnya sangat sejuk,nyaman di sana,dan ada WIFI area jadi mahasiswa bisa mengakses internet di sana.

Inilah tempat duduk yang biasa digunakan untuk sekedar duduk,dan bercanda tawa,tempat ngobrol disana.Tempat duduk nya juga dibawahnya terdapat stop kontak sebagai fasilitas untuk mengecas leptop dan hp jika habis baterai nya. Banyak juga tempat duduk di sana, ada tempat duduk di bawah ini dan ada juga tempat duduk yang berbentuk lingkaran yang nyaman dan sejuk.

 

Di Hutan Fisip terdapat tempat untuk membeli makanan dan minuman yang tempatnya strategis  di dekat hutan itu. Untuk mahasiswa yang ingin membeli makanan dan minuman. Ibu yang berjualan di hutan fisip sering di panggil mami oleh mahasiswa yang ada di Fisinasi p. Di tempat Ibu Mami berjualan nasi diantarannya nasi bandeng yang di beri sambal,nasi goreng,nasi oseng-oseng,jajanan,dan gorengan.Dan ada pula minuman jika mahasiswa haus. Di sana harganya pun terjangkau mulai dari 500 rupiah,sesuai dengan kantong mahasiswa.

 

Inilah tempat dimana mahasiswa berkumpul untuk merefreshing dari penat nya kegiatan di kampus,sekaligus untuk beristirahat sejenak melepas lelah.

 

 

 

Author: amaliapramesti  |  Category: Uncategorized

15 PERPUSTAKAAN DI DUNIA YANG WAJIB DIKUNJUNGI

 

  1. Kyoto International Manga Museum (Kyoto, Japan)

The Kyoto International Manga Museum

Kyoto International Manga Museum, merupakan perpustakaan bersejarah yang mengoleksi manga dari seluruh dunia sebagai referensi untuk hasil karya bernilai seni tinggi. Perpustakaan ini, walau cocoknya dibilang museum, multifungsi banget lho. Ada sekolah dasarnya. Kemudian juga menjadi tempat penyimpanan hasil kerajinan tangan oleh warga Jepang mulai dari masa peperangan hingga abad modern seperti saat ini. Di gedung ini, kalian bisa dengan leluasa membaca buku, komik, atau juga melihat – lihat benda – benda bersejarahnya. Well, kita tempatkan perpustakaan ini di urutan ke-15

  1. Oxford University Bodleian Library (Oxford, UK)

Oxofrd University Bodleian Library

Di posisi ke-14 ada Oxford University Bodleian Library. Perpustakaan ini merupakan perpustakaan tertua di Eropa. Berdasarkan informasi dari arkeolog setempat, perpustakaan ini sudah ada dari abad 14 atau sekitar 600 tahun yang lalu. Perpustakaan ini memiliki segala macam buku dari mulai yang sudah berumur ataupun yang baru release. Sangat komplit tuh buat kalian yang ingin cari referensi tentang berbagai macam disiplin ilmu. Oh iya, perpustakaan ini juga ga saing lho, apalagi buat kalian yang sudah nonton Harry Potter, karena memang syuting nya disini.

  1. Ambrosian Library and Art Gallery (Milan, Italy)

Ambrosian Library and Art Gallery

Ambrosian Library and Art Gallery, atau yang juga dikenal dengan ‘Biblioteca Amrosiana‘ memiliki 12 manuskrip Leonardo da Vinci yang termasuk didalamnya adalah Codex Atlanticus, yakni sekumpulan tulisan ilmiah yang punya pengaruh besar dalam dunia kedokteran. Kerennya lagi, dari manuskrip, karya seni, hingga biografi sang seniman yang sudah melegenda ini, dituliskan dalam berbagai bahasa yang berbeda. Ga Hanya itu, faktor lain yang membuat perpustakaan ini layak dikunjungi adalah, karena perpustakaan ini juga menyimpan berbagai macam masterpiece seniman dan ilmuwan kelas dunia seperti: Caravaggio, Michelangelo, Galileo, dan Raphael juga ada disana.

British Library

  1. British Library (London, UK)

Diposisi ke 12, bertengger sebuah perpustakaan yang datangnya dari dataran Britania Raya (UK), yang bernama British Library. Perpustakaan ini menyimpan lebih dari 150 juta buku, dari yang lawas hingga yang baru. Disini juga ada benda bersejarah bangsa UK yang bernama “Magna Carta” (semacam teks deklarasi kemerdekaan gitu deh). Selain itu mahakarya musik dunia yang diciptakan oleh Mozart dan Beethoven (untuk yang lawas), hingga manuskripnya John Lennon dan Paul McCartney (untuk karya abad modern), juga menghiasi rak buku di perpustakaan ini.

State Library of Victoria

  1. State Library of Victoria (Melbourne, Australia)

Dari sekian perpustakaan yang ada di dunia, bisa jadi perpustakaan yang ada di pusat Negara Bagian Victoria ini adalah yang terunik. Bagaimana tidak, dengan tata letak octagonal dimana bentuknya seperti gurita, dengan meja – mejanya yang menyerupai tentakel, dapat menampung pembaca hingga 500 per hari. Sementara itu, jumlah buku yang ada disini mencapai lebih dari satu juta keping. Jangan lupa juga, jika kalian mengunjungi perpustakaan ini, mampirlah ke Cowen Gallery. Di sana terdapat karya – karya seni elegan mulai dari lukisan, kerajinan tangan, musik, dan arsitektur. Thats why kita tempatkan perpustakaan ini di urutan ke-11

National Library of France

  1. French National Library

Setingkat di atas State Library of Victoria, ada The National Library of France. Perpustakaan ini memiliki semua artikel, buku, jurnal, dan majalah yang dipublikasikan di Perancis. Disana terdapat lebih dari 10 juta keping buku yang juga di cetak dalam berbagai bahasa internasional.

Trinity College Library

  1. Trinity College Library (Dublin, Ireland)

Di posisi ke-9, diduduki oleh Trinity College Library. Perpustakaan ini terletak di jantung kota Dublin dan termasuk perpustakaan yang paling besar se-Irlandia. Jika kalian mengenal the Book of Kells, yakni sebuah buku pencerahan umat Christian yang dibuat oleh bangsa Celt, itu juga ada disini, versi aslinya lho. Selain itu, ruangan panjang di Trinity College Library mirip banget sama Jedi Temple, yaitu sebuah setting tempat yang ada di Star Wars Episode II,

Royal Portuguese Reading Room

  1. Royal Portuguese Reading Room (Rio de Jeneiro, Brazil)

Dibangun pada akhir masa kejayaan arsitektur gothic, Royal Portuguese Reading Room lebih cenderung terlihat seperti gereja. Namun, siapa sangka bahwa sebenarnya bangunan ini adalah sebuah perpustakaan. Terdapat 45.000 lebih jumlah hasil karya bangsa Portugis yang tersebar mulai dari lantai bawah hingga lantai atas. Sebuah pertimbangan tersendiri untuk sebuah perpustakaan antik untuk ditempatkan di urutan ke-8, dan tentu saja kaliankudu cobain berkunjung kesini.

  1. Seattle Public Library (Seattle, USA)

Seattle Public Library

Di posisi ke-7 ada perpustakan keren yang datang dari daratan Amerika. Lebih tepatnya di kota Seattle. Sesuai nama kotanya, perpustakaan ini diberi nama Seattle Public Librari. Perpustakaan ini memiliki koleksi buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang sangat banyak, lebih dari satu juta keping, baik yang lawas ataupun yang baru. Selain itu ada sekitar 400 komputer yang siap dipakai oleh pengunjung beserta koneksi internetnya dengan cuma – cuma. Dan ga ketinggalan, koleksi manga juga lengkap lho disini.

Machi Tosho Terasow

  1. Machi Tocho Terrasow (Nagano, Jepang)

Setingkat diatas perpustakaan dari Seattle, ada perpustakan yang ga kalah menariknya. Namanya adalah Machi Yocho Terrasow. Dari namanya yang Japanese banget, sudah pasti letaknya di Negri Sakura, tepatnya di perfektur Nagano. Perpustakaan ini juga punya andil lho dalam memberikan pengetahuan kepada masyarakat sekitar, mulai dari science, sejarah, bahasa, seni, dan sosial. Yang beda dari perpustakaan ini, disini tuh sering banget ngadain acara – acara yang bersifat budaya. Jadi pengunjung ga hanya enjoy membaca saja, tapi juga bisa ikut menikmati perayaan – perayaan yang dibuat oleh masyarakat lokal.

 

 

 

 

  1. Salt Lake City Public Library(Salt Lake City, USA)

Salt Lake City Public Library

Perpustakaan yang asalnya dari Salt Lake City, Amerika i

ni unik banget ternyata. Uniknya itu terletak pada konstruksinya, dimana bagian interiornya lebih didominasi oleh kaca. Bangunan ini terdiri dari empat lantai yang bentuknya itu spiral. Terlihat seperti perapian. Oleh karenanya, layak bagi perpustakaan ini untuk bertengger di peringkat ke-5. Dan tentunya sangat – sangat disarankan untuk dikunjungi.

12.Royal Danish Library (Copenhagen, Denmark)

Royal Danish Library

Di posisi ke-empat ada Royal Danish Library yang berasal dari kota Copenhagen Denmark. Dibilang unik perpustakaan ini, ya unik banget. Bentuknya yang menyerupai diamond dengan glitter – glitter di dindingnya menambahkan daya pukau perpustakaan ini. Konon katanya, bahan untuk membuat konstruksi ini adalah batu granit yang dibawa jauh – jauh dari Afrika Selatan. Sementara dari segi ukurannya, perpustakaan ini merupakan perpustakaan terbesar se Eropa, dimana disana ada manuskrip yang melegenda dari seorang penyair bernama Hans Christian  Andersen.

Yale Library

  1. Yale University Library (New Haven, USA)

Di posisi ketiga ditempati oleh Ylae Universit Libary. Perpustakaan tua ini merupakan perpustakaan terbesar kedua di Amerika Utara. Disana menyimpan banyak manuskript kuno, mulai dari Christopher Columbus, Presiden Amerika F.D Roosevelt, dan Abraham Lincoln. Selain itu kelengkapannya juga tidak perlu dipertanyakan, semua cabang ilmu pengetahuan tak luput dari pembukuan

  1. Strahov Theological Library (Prague, Czech Republic)

Strahov Theological Library

Diposisi kedua ditempati oleh perpustakaan tua yang bernama Strahov Theological Library. Lokasinya berada di pusat kota yang sarat sejarah, Praha. Perpustakaan ini memuat 200.000 buku yang mayoritas adalah koleksi ilmu theologi (ketuhanan). Dissamping itu banyak lukisan – lukisanfresco yang anggun dipajang diaman – mana.

  1. Jose Vasconcelos Library (Mexico City, Mexico)

 

 

 

 

 

 

 

 

15.Jose Vasconcelos Library

 

 

Jose Vasconcelos Library

Dan yang terakhir adalah, perpustakaan Jose Vasconcelos yang terletak di Mexico City. Perpustakaan ini adalah buah karya arsitek terkenal, Alberto Kalach. Di dalam perpustakaan ini terdapat lebih dari satu juta keping buku yang tergantung di rak – rak buku setinggi lebih dari 5 meter.